Minggu, 21 Maret 2010

Banyaknya jalan menuju kebaikan

Kajian Riyadush Salihin kali ini (Ahad 21 Maret 2010) memasuki Bab BANYAKNYA JALAN KEBAIKAN bab ini merupakan bab yg ke 13, Imam Nawawi mengawali bab ini dgn Surat al-Baqarah ayat 215,


dan apa saja kebaikan yang kamu buat, Maka Sesungguhnya Allah Maha mengetahuinya.(QS 2:215)

beberapa hadits dalam bab ini, menjelaskan betapa banyak jalan menuju kebaikan, dari membuang duri di jalan, dan berdiam diri untuk tidak mengganggu orang lain merupakan sedekah, bahkan ucapan Takbir, Tahmid dan Tahlil juga merupakan sedekah yg tak ternilai yang bisa dilakukan siapa dan kapan saja tak terbatas pada waktu, strata social dan hitungan jumlah dalam mengucapkannya.

Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. (QS 33;41)

Dalam bab, ini bila kita renungi dan fahami. Maka apa saja pekerjaan yang dilakukan seorang Muslim akan bernilai ibadah, asalkan semata diniatkan karena Allah, atau karena menjalankan sunnah rasul sebagai wujud kecintaan kepadanya, bukan karena adat atau kebiasaan, dengan syarat apa yang kita lakukan tentunya berdasarkan Ilmu dan Ke Imanan.

Ilmu merupakan hal yg tidak bisa dipisahkan dari amal, sebab tanpa ilmu, amal yg kita lakukan besifat prasangka dan menduga duga,akan kebenarannya.

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. (QS 17;36)

Adapun Iman, menjadi keniscayaan sebab banyak perbuatan baik juga bisa dilakukan oleh non Muslim baik secara suka rela maupun pamrih, dalam hal inilah Allah mensyarat diterimanya amal itu ialah dgn ke Imanan, selain ke ikhlasan dan berkesesuaian dgn contoh dari Rasulullah.

Barang siapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS 16;79)

Banyaknya jalan menuju kebaikan merupakan tanda belas kasih Allah bagi hamba Nya yang beriman, sebab ada suatu amalan yg tidak bisa dilakukan oleh para dhuafa, diantaranya Haji, Umrah dan Sedekah, namun Allah menggantinya dengan amal yang lain dgn pahala yang setara dengan pahala orang yang kaya.meski sangat disayangkan seperti pepatah arab yang mengatakan
"Al-khairu katsirun # wa fa'eluhu kalilun (kebaikan itu banyak namun sedikit pelakunya..
 Wallahu a'lam bissawab.,,.

Silahkan baca artikel lainnya yang terkait dengan pos di atas

0 komentar:

Posting Komentar

:a   :b   :c   :d   :e   :f   :g   :h   :i   :j   :k   :l   :m   :n   :o   :p   :q   :r   :s   :t

Tinggalkan kesan anda di sini