Ketua dan Sekretaris

Sebuah organisasi tidak akan maju tanpa adanya kerja sama dan tanggung jawab, tokoh sentral dan desain tak ada artinya tanpa dukungan semua person

Rapat Ikrisma dengan Masyarakat

Ikrisma selalu terdepan dalam menangani masalah masyarakat yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah lokal

Divisi Sosial

Armada Ambulan yang dikelola oleh divisi Sosial telah banyak membantu meringankan beban Masyarakat saat tertimpa musibah

Santai usai Taklim

Menyempatkan waktu disela sela kesibukan untuk Taklim, bahkan tetap memberi ruang untuk santai sambil membicarakan Ikrisma ke depannya.

Suasana Pantai Desa Bringsang

Tepi pantai yang anggun di pesisir desa Bringsang membuat aku rindu kampung halaman

Jumat, 22 Januari 2016

Ketika kita dikritik

Sebuah kritik memang tidak selama membangun, namun Anda perlu berlaku bijaksana dalam memproses informasi dengan cara yang logis dan sehat. Berikut beberapa hal yang perlu Anda lakukan dalam menanggapi sebuah kritikan secara bijaksana, seperti dilansir dari Huffingtonpost :

1. Jangan defensive

Sebuah kritikan tidak berarti sebuah penyerangan kepada pribadi Anda, bahkan ini hal baik ketika seseorang meluangkan waktunya untuk memberikan penilaian terhadap pribadi Anda. Berdebat akan membuat Anda terlihat menutup diri membuktikan banyak dari Anda yang perlu dikritik.

Mengajukan pertanyaan terbuka membuat Anda tampak kooperatif, fleksibel dan berpikiran terbuka. Bahkan jika Anda tidak sepenuhnya setuju dengan mereka, hal ini tentunya adalah sebuah pematangan metode yang lebih terhormat dalam menerima sepotong kritik daripada menyetujui sebuah kritikan secara langsung.

2. Jangan berkata "saya tahu" 

Jangan pernah berkata "saya tahu" dalam menanggapi kritik. Anda jelas tidak mendengar kalimat ini, dan akan langsung menempatkan kritikus Anda secara defensif dan mengubah apa yang bisa menjadi produktif, dan menjadi sebuah argumen. Jika Anda tahu cobalah menggantinya dengan kalimat yang lebih positif seperti "saya mengerti" dan sama-sama memuaskan bagi kedua belah pihak.

3. Jangan paranoid

Merasa seperti semua orang sedang dikritik adalah sangat normal. Di kepala Anda, mungkin merasa seperti kritikus berpikir Anda baik secara emosional atau profesional. Namun dalam kenyataannya, mereka menawarkan pendapat karena mereka ingin Anda bertahan dan meningkatkan kualitas diri.

4. Jangan minta maaf

Mengatakan Anda menyesal tidak diperlukan kecuali situasi benar-benar darurat untuk mengucapkan permintaan maaf (seperti jika Anda telah menyakiti perasaan seseorang). "Maaf" biasanya akan membuat Anda tampak ragu-ragu dan tidak percaya diri.

Cobalah mengganti "Maaf" dengan respon yang lebih kuat seperti "Tentu saja, saya akan melakukan perubahan itu". Sebuah janji proaktif akan membantu Anda tampak akuntabel dan terdengar sopan.

5. Jangan terlalu keras pada diri sendiri

Kritik adalah bagian dari kehidupan, Anda akan mendapatkannya di setiap tempat, apakah itu di tempat kerja atau di rumah. Ingat bahwa tidak ada yang sempurna. Jika seseorang meminta Anda untuk mengubah, mereka berinvestasi di dalam diri Anda, dan itu karena Anda berharga untuk mereka, di mana mereka menunjukkan hal tersebut dengan cara mereka. Meskipun itu sulit, kadang-kadang, para kritikus memiliki tujuan baik untuk Anda.


Kritik memiliki banyak bentuk...Kritik bisa berupa nasehat, obrolan,sindiran, guyonan, hingga cacian pedas.Wajar saja jika setiap orang tidak suka akan kritik.Bagaimanapun, akan lebih menyenangkan jika kita berlaku dan tampil sempurna, memuaskan semua orang dan mendapatkan pujian.Tapi siapa yang bisa menjamin bahwa kita bisa aman dari kritik?

Tokh kita hanyalah manusia dengan segala keterbatasannya. Dan nyatanya, di dunia ini lebih banyak orang yang suka mengkritik, daripada dikritik. :-)

Kalau anda suka sepak bola atau pun olah raga lainnya, pasti sering mengamati para komentator dalam mengeluarkan pernyataan pedasnya. Padahal belum tentu kepandaian mereka dalam mengkritik orang lain sebanding dengan kemampuannya jika disuruh memainkan bola sendiri di lapangan atau menggeluti olahraga tersebut. -)

Belum lagi para pakar dan pengamat politik, ekonomi, maupun sosial. Mereka ramai-ramai berkomentar kepada publik, seolah pernyataan merekalah yang paling benar. -)

Namun bukan itu permasalahannya! Pertanyaannya sekarang adalah...seandainya anda mengadapi terpaan kritikan, yang sakitnya melebihi tamparan, apa yang harus anda lakukan?

sumber   http://forum.suara.com/forum/zona-suaradotcom/ngobrol-santai/5101-cara-tanggapi-kritikan-pedas?utm_source=suara.com&utm_medium=home&utm_campaign=headline

Kamis, 21 Januari 2016

Maulid nabi 2016 dan konsolidasi

Untuk kesekian kalinya yayasan generasi muda Islam Sumenep Madura atau Ikrisma mempunyai sebuah hajatan kecil yakni peringatan hari besar Islam Maulid nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam.

Acara yang diprogramkan ini akan di manfaatkan untuk konsolidasi di mana telah beredar isu di tengah masyarakat akan terjadinya rivalitas antar pengurus di tubuh Ikrisma. 

Acara Maulid kali ini juga cukup istimewa karena untuk kali ini Ikrisma bekerja sama dengan majelis Ummahat Asy-Syifa yang anggotanya sebagian besar adalah istri-isteri dari pengurus dan anggota Ikrisma.

Dalam acara maulid kali ini yang dalam anggaran belanja menelan biaya sebesar  Rp. 20.000.000 (dua puluh juta) juga akan di informasikan kegiatan IKrisma , yang beberapa tahun terakhir menjembatani para aghniya  yang ingin menyalurkan donasinya dalam pemugaran Masjid kampung yakni Riyaush shalihin , mulai awal penarikan belum ada audit dan laporan sementara dana yang terkumpul dan telah disalurkan mencapai di atas Rp. 150.000.000.

Maka dalam acara kali ini menjadi momen yang sangat tepat sekaligus menunjukkan kepada masyarakat akan soliditas organisasi dan kiprah Ikrisma dalam menjalankan amanah masyarakat.

Berikut skenario pelaksanaan maulid nabi.

SKENARIO PELAKSANAAN MAULID NABI
WACANA AWAL DI FOURUM 3 JANUARI

        Pengkondisian lapangan  3 s/d selesai
        Pembentukan panitia + perencanaan biaya 6 januari 2016
        Pembuatan master undangan, Kop , simbol dll
        Finalisasi pembiayaan 13 januari 2016
        Booking perlengkapan acara , tenda, kursi, panggung & sound system.
        Pembuatan undangan & bagron panggung dll.
        Konfirmasi para pelaku acara
•        Undangan beredar 19 s/d 23 januari (dalam pelaksanaan)
•        Gladi bersih/resik 23 januari (malam ahad) bakar ikan
•        Pelaksanaan hari H 24 januari 2016
•        Pembubaran panitia (waktunya belum diwacanakan

Migrasi Ikrisma dari perkumpulan menjadi yayasan

Romantika atau suka duka,  jatuh bangun dalam kehidupan adalah hal  biasa untuk mendewasakan seseorang , karena dengan itu orang yang cerdas dapat memetik hikmah dan pengajaran yang dia dapat dari pengalaman yang dijalaninya.

Begitu pula dalam sebuah organisasi ada saja perbedaan pendapat sebagi tanda mulai tumbuhnya kesadaran berorganisasi, dan mulai pahamnya system organisasi meski masih prematur

Berawal dari di upgradenya atau migrasinya Ikrisma dari perkumpulan menjadi yayasan dan tentu saja diperkuat dengan akte sebagai tanda adanya payung hukum yaitu pada akhir tahun 2015, sementara pada  januari 2014 IKrisma baru saja mengadakan pemilihan ketua umum tentunya dengan format perkumpulan , sehingga terjadilah dua lisme kepemimpinan yaitu

Pemimpin perkumpulan pada satu pihak dengan ketua umum yang dipilih secara demokratis yaitu Sdr. Zainal Arifin, dan H. Zainal Abidin pada pihak lain sebagai pemimpin tertinggi dalam yayasan yakni ketua dewan pendiri.

Puncaknya dualisme kepemimpinan dalam satu organisasi ini memunculkan friksi ‘karena satu dan lain hal.. sehingga menjadikan organisasi menjadi berjalan tidak sebagaimana mestinya.

Hal inilah yang mendasari kesadaran pada kedua pihak , yayasan & perkumpulan untuk mencari jalan solusi , apakah Ikrisma sebagai  perkumpulan , atau yayasan  , dan tentunya apapun pilihan itu tentu harus mengorbankan salah satu pihak.

Dan pada akhirnya , ketua perkumpulan mengundurkan diri , meski ada suara menolak, namun demi kebaikan bersama sebagian besar anggota mengarahkan kepada Ikrisma sebagai yayasan.

Akhirnya pada tanggal 20 Desember 2015 bertempat di Masjid al fudolah, di mana di masjid itu pula beliau terpilih, secara resmi mengundurkan diri.


Semoga ikrisma kedepannya lebih dewasa, menghadapi tantangan berupa perbedaan yang pasti selalu terjadi  di tiap tiap organisasi, justeru dengan perbedaan-perbedaan itu akan menjadi khazanah organisasi.

Minggu, 20 Desember 2015

Kala krisis leadher

Memancing memori di krisis leadher.
Teringat memori 20 tahun yang lalu , saat pemilihan RT seorang ustad (guruku) beliau manajer di perusahaan percetakan logam , yakni “Budhi Dharma,terpilih, sebagai ketua RT,bukan mencalonkan diri , namun dipaksa dipilih,

saya bertanya “kok mau pak ?

beliau menjawab “ saya mau asalkan kalian mau diatur bukan hanya sebagai warga tapi juga sebagai jamaah,

saya jadi paham maksudnya , ketika mulai menjalankan tugasnya , beliau  

mempercayakan kegiatan remaja kepada saya yang selain aktif di remaja masjid juga karang taruna, mengaktifkan kegiatan ke agamawan bagi orang tua.

Selain kegiatan kerja Bhakti beliau mewajibkan setiap warga untuk menyisihkan beras 1 kotak korek api yang diambil remaja setiap Minggu lalu dikumpulkan dan di berikan kepada warga yang tidak mampu, setiap permintaan surat pengantar setiap warga yang memberi tips wajib menulis nominalnya dan memberi tanda tangan, semua dana yang masuk dimanfaatkan secara maksimal baik untuk kegiatan remaja, bahkan acara bakar ikan pun mendapat subsidi, intinya beliau berusaha mengkondisikan warga terbiasa dengan hal-hal positif.

Hingga di akhir masa jabatannya beliaulah satu-satunya RT yang melaporkan ada saldo jutaan rupiah, subhanallah  meskipun beliau berusaha untuk tidak mencalonkan lagi warga tetap memaksa sehingga 2 periode.

Beberapa tahun kemudian , saat mengikuti latihan leadhersif saya semakin paham ketika penatar menjelaskan tentang” apabila dalam organisasi terjadi krisis leadher atau ketua , tidak ada yang mau jadi kandidat . itu terjadi di organisasi sosial bukan komersial, karena tidak ada insentif, tidak ada gaji , yang ada hujan kritik dan tuntutan dari anggota. Saat itu akan, atau bisa diberlakukan seperti teori ekonomi pasar , yakni “bila permintaan meningkat stock barang menipis atau bahkan tidak ada, maka harga barang akan melonjak.
Artinya, ketika dalam sebuah organisasi  terjadi krisis kepemimpinan saat itulah terjadi nilai tawar yang sangat tinggi antara calon leadher atau kandidat dengan anggota, nilai jual atau tawar yang saya maksud, ialah ‘dapatnya seorang leadher menerapkan berbagai program di masa kepemimpinannya dengan aturan yang dapat dikondisikan sedemikian rupa, tentunya hal itu juga harus di mulai dengan Akad yang jelas , antara kandidat dan anggota.

Dalam status ini saya tidak mensupport seseorang untuk menjadi leadher dengan jurus aji mumpung, “mumpung tidak ada yang mau menjadi kandidat, bukan..!  karena ujung ujungnya adalah ke sewenang-wenangan , dan leadher akan merasa menjadi menguasa tunggal hingga akhirnya semakin tidak jelas batas-batas kewenangannya, karena dalam memilih leadher kita juga harus memperhatikan beberapa hal :

INTEGRITASNYA , yakni hubungannya dengan organisasi, apakah punya loyalitas dan militansi. 

AKUNTABILITASNYA , yakni tindakannya bisa dipertanggung jawabkan.

KAPABILITASNYA  , yakni punya kemampuan mengelola manajemen organisasi , dan mengolah manajemen konflik .

KREDIBILITAS, yakni punya etika atau akhlaq yang bagus dalam menghadapi berbagai macam persoalan organisasi, sehingga mampu bertindak sebagai penengah sekali gus kawan, sehingga bisa diterima semua kalangan.

Boleh jadi ke empatnya kita mengatakan “HANYA NABI YANG BISA !.. manusiawi , namun ingat organisasi sebagaimana definisinya , “SEKUMPULAN 2 ORANG ATAU LEBIH YANG MEMPUNYAI TUJUAN YANG SAMA DAN BEKERJA SAMA DENGAN KODE ETIK YANG JUGA BERSAMA SAMA DISEPAKATI.

Saya bicara diorganisasi besar yang ideal, namun bukan berarti mengecilkan Ikrisma, Ikrisma adalah organisasi yang dibangun dengan konsep kekeluargaan , karena memang satu dengan lainnya mayoritas punya kedekatan kekerabatan , setidaknya sama sama warga Giligenting.

Sekarang , mendset atau cara pandang kita terhadap organisasi harus di rubah , organisasi bukan sesuatu yang rumit , karena organisasi dibentuk sesuai kebutuhan bahkan sampai ke masalah pengurusnya pun formaturnya sesuai kebutuhan,
karena itulah  di butuhkan, adanya saling pengertian, saling memahami dan  saling melengkapi

mudah-mudahan status panjang ini bisa bermanfaat.