Ketua dan Sekretaris

Sebuah organisasi tidak akan maju tanpa adanya kerja sama dan tanggung jawab, tokoh sentral dan desain tak ada artinya tanpa dukungan semua person

Rapat Ikrisma dengan Masyarakat

Ikrisma selalu terdepan dalam menangani masalah masyarakat yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah lokal

Divisi Sosial

Armada Ambulan yang dikelola oleh divisi Sosial telah banyak membantu meringankan beban Masyarakat saat tertimpa musibah

Santai usai Taklim

Menyempatkan waktu disela sela kesibukan untuk Taklim, bahkan tetap memberi ruang untuk santai sambil membicarakan Ikrisma ke depannya.

Suasana Pantai Desa Bringsang

Tepi pantai yang anggun di pesisir desa Bringsang membuat aku rindu kampung halaman

Minggu, 23 Agustus 2009

FIQIH

Benarkah Fiqih sebagai sumber perpecahan, ? saya adalah salah seorang yang tidak sependapat dengan hal itu, berbagai pengalaman pengajar telah memberikan suatu fakta (walau tidak semua mengalami hal yg sama) bahwa bila kita bersifat tidak memihak dan berdiri di atas sunnah dengan argumentasi yang bisa memberikan efek edukatif, hal itu bisa dihindari, bila kita bisa memberikan penjelasan yang bijak dan jelas sumber referensinya, biasanya kontra terjadi bila kita memihak pada salah satu mazdhab dengan mengabaikan bahkan menjelekkan mazdhab yang lain,.



Sebenarnya juga bila kita mampu menjelaskan dengan detail bahwa sebenarnya dalam beramal bila di teliti amal kita adalah lintas mazdhab, maka orang yang kita dakwai dapat menerima dengan lapang dada.



Tahukah kita bahwa sebenarnya juga berbedaan-perbedaan yang ada tidaklah bersifat primer atau dalam hal-hal yang fardhu yang sudah jelah atau qat'e melainkan hal-hal yang bersifat kalaupun ada pebedaan tentunya harus disifati dengan bijak dan saling menghormati, dengan catatan tidak keluar dari jalur syar'e .

Minggu, 02 Agustus 2009

IKRISMA TAKLIM KEMBALI



Alhamdulillah setelah tiga kali putaran, untuk merampungkan menejerial ikatan administrasi anggota dan organisasi, kini dengan sedikit bernafas lega, kembali IKRISMA kepada kegiatan rutin semula, walaupun masih ada PR yang mengganjal karena belum sepenuhnya para anggota menerima keputusan final , namun secara umum kegiatan atau hal yang berkaitan dengan kesekretariatan dapat kembali berjalan lancar, kini bagi para pengurus masih ada langkah selanjutnya untuk kebaikan dan kemajuan organisasi, yaitu peremajaan pengurus agar di dapat ide-ide baru yang cemerlang dari kepengurusan yang baru nanti , teruntuk rekan-rekan IKRISMA baik yang baru maupun yang lama, pengurus mengajak untuk belajar menata organisasi, sekaligus menjadikan organisasi sebagai sarana beramal secara kolektif untuk dapat memberikan kebaikan bagi masyarakat banyak.


Dan untuk pendanaan Ambulance al-hamdulillah terus mengalami perkembangan yang cukup baik, semoga ini semakin menggugah kesadaran kita, yakni simpatisan saja mau berbuat , mengapa untuk sekedar berkorban demi kebersamaan terasa teramat berat, yang saya maksud bergabung menjadi anggota yang terikat secara administrasi.

Kamis, 23 Juli 2009

IKRISMA DI PERIODE 5



Alhamdulillah setelah putaran ketiga IKRISMA pengadakan forum guna mendapat cara yang tepat untuk mengikat keanggotaan secara administrasi, akhirnya berhasil juga dicapai sebuah keputusan mengenai mekanisme hubungan antara anggota dengan organisasi, tidak terlalu memuaskan memang namun semua kembali kepada individu para anggota baik yang lama maupun baru, komitmennya untuk memajukan organisasi.


Arisan sebesar Rp 10.000 sebenarnya hanyalah sekedar selingan guna menjadi insentif secara bergilir sesuai dengan hokinya pada saat pertemuan, namun tak lupa juga tanggung jawab setiap peserta untuk menunaikan kewajibannya baik bagi yang sudah dapat apalagi bagi yang belum, mudah mudahan dengan kecilnya nilai rupiah yang diikutkan oleh para anggota , bisa menekan seminimal mungkin resiko sosial, Moral dan finansial , bila terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan di belakang hari, karena arisan hanya bagian kecil dari kegiatan IKRISMA , masih banyak hal penting yang harus dipikirkan untuk kedepannya, sesuai dengan visi dan misi organisasi.


Tabungan yang sebesar Rp. 15.000 menjadi tabungan wajib para anggota yang dapat diambil pada saat menjelang Idul Fitri, hal ini sebenarnya cukup menjadi hal yang edukatif bagi para anggota, karena dari uang yang tidak seberapa itu, ada 2 keuntungan bagi anggota .


1. Adanya ikatan yang jelas yang menjadi persyaratan menjadi anggota IKRISMA
2. Uang tersebut tidak hilang karena dapat diambil seperti yang dijelaskan di atas.


Adapun pengajian yang diadakan setiap kali pertemuan oleh IKRISMA juga merupakan bagian dari kegiatan organisasi yang boleh di ikuti oleh siapa saja, termasuk di luar anggota karena sifatnya yang tidak ekseklusif atau tertutup.


Semoga dengan akan kembali aktifnya semua kegiatan organisasi , para anggota yang merasa tidak berakomodasi keinginannya dapat berlapang dada secara sportif dan kebesaran jiwa, karena seperti itulah memang dinamika organisasi, agar sebuah organisasi menjadi lebih hidup.


Maka yang terakhir memang sudah dekat saatnya bagi IKRISMA untuk diremajakan dalam struktur kepengurusannya, agar terjadi penyegaran dalam ide-idenya , adapun pengurus yang lama bersiap siap untuk menempati tugas baru di Yayasan yang akan segera dibentuk yang menjadi payung bagi IKRISMA. Semoga dan insya Allah.

Senin, 22 Juni 2009

MUSYAWARAH PERIODE 5



Al-hamdulillah pada Ahad tanggal 21 Juni 2009, terlaksana juga rapat atau musyawarah tentang Ikrisma pada periode ke lima yang di hadiri sekitar 50 jamaah, baik yang baru maupun yang lama adapun yang menjadi bahasan utama adalah tehnis ikatan antara anggota dan organisasi, banyak sekali usulan dan saran bahkan saling adu argumen antara satu pendapat dengan pendapat yang lain yang membuat suasana forum menjadi lebih hidup, namun sayang sekali, waktu yang tersedia sangat sebentar hingga hasil yang di dapat tidak maksimal. Ada tiga poin yang di tawarkan oleh pengurus , 2 poin pilihan , dan satu poin alternatif,.sebagai sarana ikatan anggota dan organisasi.
1. Arisan
2. Tabungan ,bersifat wajib, dan baru bisa di ambil pada bulan Ramadhan sebesar 75 persen dari total tabungan, hal ini juga sebagai antisipasi adanya hal hal yang tidak di inginkan maka, dapat terkafer dengan tabungan wajib yang bersangkutan
3. Arisan dan menabung
Setelah agak sedikit panas , maka diadakan voting untuk mengetahui suara yang terbanyak, dan ternyata atas saran dari sesepuh IKRISMA sebagian besar anggota baik yang lama maupun yang baru memilih alternatif ke 3 , yaitu menabung dan arisan dengan total Rp 25.000 dengan rincian Rp. 10.000 untuk arisan dan Rp. 15.000 untuk tabungan dengan penjelasan, baru dapat di ambil pada bulan Ramadhan (namun bukan Ramadhan ini karena jaraknya yang sudah dekat), maka dengan ini semua usul baik yang hanya ingin menabung atau arisan dapat terakomodir oleh IKRISMA, dan tentunya tidak ada alasan lagi untuk kecewa, terkecuali kalau ada hal lain ?,,. Untuk menabung akan ada kebijakan baru, “ yaitu TABUNGAN BEBAS, yang bisa di ambil kapan saja, yang besar dan intensitasnya tergantung pada kemampuan yang bersangkutan, siapa yang mau ngisi ?, lalu kalau sudah berjalan, siapa yang siap dengan tanggung jawab baru ?, yaitu menjadi bagian keuangan yang mengurusi masalah tabungan ini, suatu tanggung jawab baru,.. menunggu profesionalitas kita.

Kamis, 18 Juni 2009

SEBAR UNDANGAN & AUDIT



Akhirnya setelah melalui banyak rapat dan pertimbangan, sampai pada rapat terakhir di rumah sesepuh H Zaenal pada tanggal 13 May 2009 tepatnya hari Ahad, maka hari Senin tanggal 14 May 2009 laporan audit terakhir (untuk sementara) mulai di edarkan bersamaan dengan di edarkannya undangan IKRISMA periode 5.
Baru 1 hari diedarkan , tanggapan- tanggapan mulai muncul dari para donatur yang kami ketahui di antaranya
1.Ada yang tidak percaya kalau dananya sudah sebesar itu (57.050.000)
2.Ada yang merasa malu karena baru beberapa puluh ribu donasinya.
3.Ada yang mengkritik pengurus dan Anggota IKRISMA karena baru beberapa saja yang lunas.
4.Ada yang merasa mendaftar tapi tidak ditindak lanjuti.
5.Ada yang kecewa karena donasinya belum masuk ke laporan pertama , yakni masih di humas
6.Ada yang menyarankan sesegera mungkin di bentuk tim untuk membuat badan Hukum atau
Yayasan, juga tim yang akan menjemput donasi yang di janjikan dari luar Jakarta.
7.Ada yang mengusulkan segera saja realisasikan ambulannya , dengan membeli yang bekas saja
8. Ada juga yang menyimpang dari program, yakni agar dibelikan tanah saja uangnya, untuk gedung.
9. Dan tanggapan lain yang tidak jauh berbeda.
Bagi IKRISMA apapun saran , kritik bahkan cemoohan dari masyarakat akan diterima dengan lapang dada, Insya Allah, dan ini akan dijadikan sebagai masukan berharga, untuk menjadi spirit atau motivasi dalam berkarya.

SURAMADU BUKAN SEKEDAR AKSES



Harapan kami selaku warga Madura semoga dengan adanya jembatan Surabaya Madura ini, betul betul akan membawa perubahan yang lebih baik , baik dari sisi economi maupun sosial.
Selesai sudah jembatan suramadu (Surabaya Madura) yang membentang sepanjang 5,4 kilo meter dengan memakan biaya 4,5 triliyun dengan rentang waktu pelaksanaannya memakan waktu belasan tahun bila dihitung sejak dicanangkannya oleh presiden Suharto (namun terhenti karena krisi moneter) namun baru dimulai lagi pada era presiden Megawati pada 20 Agustus 2003 (peresmian pembangunannya) dan selesai serta di resmikan oleh presiden Susilo pada 10 Juni 2009.
Jembatan suramadu bukanlah hanya sekedar akses yang menghubungkan pulau jawa dan madura, karena selama ini madura bukan daerah yang tertutup sama sekali dari dunia luar, karena jalur akses untuk ke madura sangat mudah dengan penyebrangan Surabaya kamal, akan tetapi dengan adanya jembatan suramadu tentunya akan membawa dampak pada berbagai hal, baik economi, budaya maupun sosial.
Secara economi , ini akan mempermudah adanya interaksi yang lebih intensif antara penduduk Madura dan jawa timur , sebagaimana kita ketahui bahwa hasil bumi Madura yang terkenal di antaranya garam, tembakau dan hasil perikanan cukup melimpah, namun minimnya perhatian pemerintah yang hanya sebatas pada bantuan dan pelatihan tapi tidak sampai pada tingkat pembinaan mengakibatkan hasil yang diperoleh tidak maksimal, kalaupun maksimal sangat sulit memasarkan hasilnya, hal ini penulis lihat sendiri pada sebuah pulau kecil di ujung timur Madura yaitu Giligenting, pada saat panen cabe jamu dan rumput laut (yang merupakan hasil pelatihan dari petugas penyuluh lapangan) sulitnya mereka memasarkan hasil panennya , terlebih kurang pahamnya terhadap situasi alam yang seharusnya menjadi acuan pada saat penanaman benih , membuat mereka putus harapan dan meninggalkan usaha tersebut lalu beralih ke kota mencari penghasilan lain, dan bila ini terus berlanjut tidak mustahil suramadu hanya sebagai kebanggaan semata, dalam arti kata tidak banyak membawa perubahan positif dari sisi economi masyarakat Madura.
Mungkin dengan adanya Suramadu akan banyak investasi yang masuk, dalam bentuk pembanguna pusat-pusat industri, namun sebagaimana diketahui sdm yang berkualitas , dalam hal ini adalah tenaga terdidik dari sebuah institusi yang formal dari masyarakat Madura sangat kurang, tapi sebenarnya ini bisa diatasi bila pemerintah daerah punya kemauan politik dan kebijakan, dalam arti kata memberikan alokasi khusus beberapa persen untuk putra daerah.
Secara budaya, mungkin tidak akan banyak membawa pengaruh, karena sebagaimana kita ketahui lambat laun budaya itu sendiri akan lenyap dengan seleksi alam, ini disebabkan berbagai hal , seperti tidak adanya penerus, dan kemajuan zaman yang semakin pesat, akses internet yang sangat mudah maka pergeseran budaya itu sendiri terjadi secara alamiah, apalagi dengan adanya akses yang lebih mudah dan cepat ke pulau Madura lebih mempercepat masuknya pengaruh luar, namun bila budaya yang di maksud adalah spiritual , sebagaimana diketahui masyarakat Madura mayoritas adalah Muslim, dan ini yang menjadi nilai plus untuk menjadi benteng yang kokoh dalam menangkal budaya yang tidak sesuai denga dudaya umum masyarakat Madura.
Adapun dalam segi sosial, masyarakat Madura sejak zaman nenek moyang mereka, sebagai masyarakat perantau , bahkan suku Madura terkenal sebagai suku yang paling luas daerah rantauannya, bukan hanya di dalam negeri tapi sampai keluar negeri, terbanyak di Malaysia dan Timur tengah, dan di Jakarta sendiri kita banyak menemui komonitas masyarakat Madura , baik yang membentuk kelompok sendiri maupun yang membaur, namun secara umum mereka dapat secara cepat beradaptasi dengan lingkungannya dengan tetap menjunjung nilai suatu daerah yang di tingalinya , walaupun kadang ada benturan namun itu bisa di katakan hanya berapa persen dari masyarakat Madura yang tinggal menetap.

Jumat, 05 Juni 2009

KAPASITAS ?

Deadline laporan keuangan dari program ambulance, bila dihitung berdasarkan jumlah hari, belumlah sampai hitungan 3 bulanan dan berdasarkan intensitas penagihan juga baru 2 putaran , ini berarti masih cukup waktu bagi panitia untuk melengkapi masalah administrasi yang belum 100 persen rampung, karena jumlah donatur yang terus bertambah, namun bila dihitung berdasarkan selisih bulan( pada saat pertama program ini diluncurkan kepada para donatur) sudah genap 3 bulan, maka tidak ada salahnya panitia memberikan laporan pertama sekaligus menyebarkan undangan kepada rekan-rekan sekampung untuk turut bergabung dengan IKRISMA pada periodenya yang ke 5 , dengan demikian kerja para humas menjadi lebih ringan, apalagi jumlah dana yang didapat dari para donatur di luar dugaan, baik dari segi jumlah donatur maupun dana yang terkumpul.
Jadwal penyerahan laporan agak telat satu hari dari yang telah dijanjikan , ini adalah kesepakatan beberapa pengurus karena ada dana masuk dari rekan yang tak dapat memberikan konfirmasinya kepada bendahara , jadilah jadwal agak molor , tapi ini penting demi menghindari complain dari donatur seminimal mungkin karena dikwatirkan laporan sudah tersebar tapi data belum tercaver di laporan karena telat, sedangkan menunggu laporan berikutnya berarti menunggu selama 3 bulan.
Memperhatikan kiprah para pengurus agak haru, sekaligus salut betapa tidak, ada penumpukan beban tugas yang tidak sehat dan menjadi preseden yang tidak baik pada alur selanjutnya, bila hal itu terletak pada tekhnis teorinya , atau maksimal pada mekanisme pelaksanaannya mungkin agak dimaklumi, tapi kalau sudah merembet kepada tanggung jawab yang tidak semestinya ini lain lagi, namun Alhamdulillah semua rekan pengurus bisa memaklumi tingkat mobilisasi yang rendah dari rekan lain, ini mungkin karena mayoritas anggota dan rekan panitia mempunyai profesi yang sama sehingga kekurangan pada sektor yang lain segera dapat dihendel dengan cepat.
Untuk selanjutnya hal hal seperti ini tentunya harus bisa diatasi , meski pihak yang menghendel merasa rilex saja dengan bebannya. Hal ini cukup penting untuk menuju IKRISMA yang lebih profesional dan jelas kapasitas tiap pengurusnya. Sekali lagi salut !!! buat AMBULANCE...

Kamis, 28 Mei 2009

KESIBUKAN LAPORAN TERAKHIR

Al hamdulillah pada hari Rabu tanggal 27 Mai 2009 jam 14.00 3 orang anggota IKTISMA yang tergabung dalam kepanitiaan ambulan mengadakan breiping dalam rangka mematangkan laporan pertama kepada para donatur tentang keadaan kas terakhir program tersebut.
Saat Pengetikan dengan komputer berlangsung, beberapa kali dering hp berbunyi,rupanya ada beberapa rekan yang bertugas menagih dana donatur terlambat memberi laporan dan ditambah lagi susulan beberapa donatur baru yang ingin bergabung.
Al hamdulillah , kerja keras segenap anggota sudah menampakkan hasil yang nyata, lelah rapat, lelah menagih, lelah berfikir terasa terbayar sudah diganti dengan perasaan haru, terasa tak percaya kepercayaan masyarakat terhadap IKRISMA sangat Besar, belum genap 3 bulan program diluncurkan telah terkumpul dana Rp 52,250.000
Itupun dalam kondisi tidak semua humas berjalan aktif masih banyak keluhan dari masyarakat yang merasa terdata dan sipa menjadi donatur belum disambangi, padahal mereka sudah siapkan dananya.
kani bola ditangan kita sejauh mana IKRISMA menjaga amanah dan mengelola semua dana secara profesional. nah ! dengan ini saya mengajak rekan rekan untuk lebih gioat dalam bekerja , agar masyarakat merasa terwadahi keinginannya.

Senin, 25 Mei 2009

DEADLINE AUDIT



Al-hamdulillah minggu tanggal 24 Mai 2009 seperti Biasa IKRISMA mengadakan silaturrachim dwimingguan , dengan acara inti kajian kitab Riyadush-shalihin yang dibawakan oleh Ust. Robafin Farid hazmi, yang pada pertemuan kali ini sudah sampai pada bab TAFAKKUR DAN MEMAHAMI KEFANAAN HIDUP DIDUNIA.
Pada awal/sesi pertama kajian berjalan seperti biasa sampai pada sesi kedua sampailah pada sesi tanya jawab, itulah sesi yang sebenarnya menjadi barometer suatu kajian apakah mendapat respons positif, dalam arti kata disimaknya keseluruihan atau paling tidak separoh isi taklin/kajian atau tidak karena boleh jadi setiap personel/anggota pengajian/kajian sibuk dengan privasinya masing-masing atau malah ngobrol dengan anggota yang lain, tapi al-hamdulillah secara umum taklim berjalan sangat kondusif.
Pada sesi kedua inilah berbagai pertanyaan dilontarkan yang berkaitan dengan kajian yang telah dibahas, dan dijawab dengan jawaban yang cukup dimengerti (sebenarnya kita tidak boleh merasa puas dalam hal ilmu).
Dan pada sesi terkhir adalah ramah tamah dan sedikit pengumuman berkenaan dengan akan disebarkannya Audit dana pengadaan ambulan sekaligus undangan kepada rekan-rekan pemuda bringsang untuk bergabung dengan IKRISMA, dan Alhamdulillah pada laporan akhir dari dana ambulan pada kali ini IKRISMA mendapat dana tambahan di atas 8.000.000 (8jt) , H. Zaenal sangat bersuka cita dengan pesatnya dana yang diperoleh oleh dari donatur melalui humas IKRISMA, ini belum semua humas berjalan efektif, tentunya secara logika bila semua humas berjalan efektif tentu akan lebih baik dan tentunya dana yang diperoleh akan lebih banyak lagi, dan secara otomatis akan mempercepart tercapainya program IKRISMA, tapi semoga dengan ini akan lebih memacu dan menyadarkan para humas yang mandek agar kembali giat, terutama para elit pengurus.
(dari penulis” salut buat rekan rekan, semoga amal baik anda mendapat ridha Allah SWT, aminn)

Kamis, 14 Mei 2009

ARISAN

Arisan menjadi kata yang akrab di tiap perkumpulan/kelompok dari Majlis Taklim, paguyuban,remaja masjid, bahkan birokrasi seperti arisan RT, RW dan sebagainya,

dengan omset sekali tarik dari puluhan ribu, ratusan ribu bahkan sampai puluhan juta, dari uang beranggotakan dibawah 10 orang, belasan, puluhan bahkan ratusan, diakui memang ada seni tersendiri dalam kegiatan arisan, kebersamaan harap-harap cemas pada saat pengocokan dan menjadi media silaturrachim pada saat hari H pengocokannya.
Arisan bagi sebuah organisasi tak dapat dipungkiri sebagai pengikat antara anggota dan organisasi , walau sebetulnya masih ada hal lain sebagai pengikat seperti menabung, penanaman saham pada ormas yang memiliki bidang pemberdayaan ekonomi anggota tak terkecuali bagi IKRISMA.
Sebetulnya bila kita cermati lebih dalam, dan berdasar pengalaman yang ada arisan mempunyai sisi negative juga disamping sisi manfaatnya, diantaranya.
1. Meskipun nilai nominal uang yang di tarik dari awal hingga akhir sama, namun dalam segi nilai belinya jelas berbeda, suatu contoh kongkrit ialah nilai uang 10.000 satu tahun yang lalu tentu berbeda dengan nilai uang sama pada saat sekarang.
2. Para anggota secara tidak sadar dengan seni asyik pada saat penarikan yang mendebarkan telah terkondisi sedemikian rupa, sehingga arisan boleh jadi menjadi motivasi utama mendatangi kegiatan organisasi, maka implikasinya

 Anggota menjadi malas datang kembali menghadiri kegiatan organisasi manakala sudah mendapat arisan lebih awal.
 Merasa kecewa manakala namanya tidak keluar-keluar, apalagi ikut labih dari 1 nama
 Dan bila tidak menitipkan pada rekan yang hadir, maka tunggakan akan terakumulasi, dan pada akhirnya akan memberatkan bagi yang bersangkutan dan yang jelas merugikan bagi pihak lain yang dapat belakangan
 Pada akhirnya berimplikasi pada ketidakpercayaan anggota pada yang bersangkutan bahkan berakibat buruk pada nama baiknya.
3. Terjadinya hal kedua dapat juga berakibat buruk pada nama organisasi dimana aktivitas arisan tersebut terjadi, yang akan menjadi pertanyaan anggota yang kecewa adalah propesionalitas organisasi dalam pengelolaan arisan dan penerapan aturan main yang longgar.
Sebetulnya tidak semua arisan bermasalah, seperti contoh di atas asalkan semua pihak tulus dan bersikap amanah, baik bagi yang belum dapat apalagi yang sudah dapat, dan tidak menjadikan arisan sebagai tujuan melainkan hanya sekedar sarana pengikat, dan menjadikan arisan untuk saling membantu bagi yang membutuhkan lebih awal. Dan bukan ukuran besar atau kecilnya suatu arisan untuk tidak bermasalh, namun biasanya potensi suatu arisan bermasalah sangat besar manakala melibatkan orang banyak dan orang banyak. Namun kita sepakat sekecil apapun uang itu bila tak amanah potensi fitnahnya sangat besar.


Minggu, 10 Mei 2009

SUASANA SAAT PENGAJIAN

Pengajian rutin kali ini terasa agak berbeda , tidak ada Ustadz tidak ada taklim, namun yang ada adalah kesibukan di tiap sudut masjid dari rekan

IKRISMA yang sedang merekapitulasi dana ambulan yang masuk dari setiap donatur, dan al-hamdulillah untuk pertemuan ini kali mendapat dana diatas 6.000.000 jadi total seluruh dana yang terkumpul dalam kepanitiaan Ambulan 44 jt lebih, al hamdulillah sebagai sekretaris say (Mastindi) merasa sangat berterima kasih atas kerja keras rekan IKRISMA.

Kamis, 07 Mei 2009

UCAPAN BELA SUNGKAWA

INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI RAJIUN
Keluarga besar IKRISMA turut berbela sungkawa atas meninggalnya salah seorang pemuka masyarakat Brinsang, dan orang tua/mertua dari salah seorang

anggota IKRISMA & orang tua /Istri dari donator IKRISMA (ambulance) :
HJ. MUNA di kediaman beliau jam 1,30 (kurang lebih) pada tanggal 1 Mai dini hari (hari Jum,at) dan dikuburkan pada hari Sabtu tgl 1 Mai jam 10.00 di pekuburan malaka Jakarta Utra.
Kami segenap keluarga besar IKRISMA berdoa semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, dan bagi almarhumah mendapatkan keringanan dalam perjalanannya ke alam baqa, diampuni dosa-dosanya dan ditempatkan pada tempat yang layak disisiNYa. amin

Jumat, 01 Mei 2009

PENGUNDURAN DIRI H. ZAENAL

Rangkap jabatan, atau mempunyai beberapa posisi dalam beberapa organisasi ini bukan merupakan hal yang baru dan tabu, selama yang bersangkutan bisa berbagi kepentingan agar semua tugas dan kewajiban yang berkenaan

dengan ormas yang di ikutinya dapat berjalan secara kondusif.
Namun akan jauh lebih bijak kalau yang bersangkutan memilih ormas yang ia mampu focus di dalamnya bersama dengan orang orang yang mau berbagi tugas secara adil, agar apa yang diprogramkan dalam sebuah ormas berjalan dengan pendelegasian tugas yang merata sesuai dengan kemampuan dan pengaruhnya masing masing.
Keputusan pengunduran diri H. Zaenal dari Yayasan Ario Danurwendo yang di sampaikan pada hari Ahad (25 Afril 2009) kepada rekan IKRISMA saat acara rutin 2 mingguan bagi Sekretaris merupakan bentuk kebesaran hati beliau dan kebijaksanaan beliau. Kebesaran hati yang kami maksud ialah kerelaan beliau meninggalkan ormas yang di dalamnya ada keluarga besar dan teman-temannya serta posisi yang dihormati, adapun kebijaksanaan beliau karena dengan mundurnya beliau dari Ario Danurwendo berarti akan lebih focus kepada IKRISMA sebagai organisasi yang beliau bangun sejak masih nol sampai kini dengan segala dinamikanya.
Sebagai bagian dari organisasi Saya (sekretaris) dan tentu semua anggota pasti/tentu merasa senang karena beliau merupakan Simbol dan sumber kepercayaan masyarakat terhadap IKRISMA, (namun bukan berarti saya menafikan peran rekan IKRISMA) namun yang jelas kita masih butuh peran beliau sebagai orang tua untuk kita bias mintai pendapat dan sarannya.
Adapun bagi Ario Danurwendo saya yakin, sebagai sebuah organisasi yang mapan bukanlah suatu masalah dengan mundurnya beliau, karena tentunya masih banyak tenaga-tenaga potensial yang dimilikinya, dan apa yang pernah terjadi antara IKRISMA & Ario Danurwendo merupakan suatu pengalaman berharga untuk kita sama ambil hikmahnya. Selanjutnya terlepas dari friksi dan gesekan yang pernah terjadi, Ikrisma & Ario Danurwendo mempunyai tujuan yang sama, mungkin cakupannya yang berbeda , yaitu ingin memberikan yang terbaik bagi masyarakat secara umum. Wallahu a’lam bissawab.

Rabu, 29 April 2009

KERITIK MEMBANGUN

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarukatuh
Terima kasih kami ucapkan atas keritikan seorang donatur terhadap proposal pengadaan ambulan yang kami ajukan,

dari laporan humas ada beberapa hal yang kami tangkap
1. Masalah penggunaan kata kepengurusan untuk kepanitiaan
2. Penggunaan kata external dan internal
3. Spesipikasi isi proposal

Apapun itu kami sangat berterima kasih kepada beliau, karena intinya beliau membaca mengoreksi isi proposal kami, pada saat mayoritas donatur yang lain sudah merasa cukup karena melihat sang pembawa dan dari mana proposal itu berasal , padahal kami sangat mengharapkan agar para donatur memahami dahulu perinsip kerja kami dengan membaca dan memahami secara detil program yang kami tawarkan agar tidak timbul fitnah di kemudian hari , namun apapun itu itu bagi kami merupakan nilai plus tersendiri , untuk kami ucapkan terima kasih atas kepercayaan yang tinggi terhadap program kami.
Secara global kami kami menilai donatur ada beberapa tipe

1. Kritis : yakni mendukung program kami setelah mengetahui secara detil nilai min & plusnya lalu memberikan saran keritiknya.
2. Mendukung penuh semua program kami karena melihat figur personal yang ada di dalamnya dan melihat kapabilitas (kemampuan dalam menjalankan sebuah program) kredibilitas personya dapat dipercaya/amanah dalam mengelola dana masyarakat
3. Mendukung setengah setengah, karena program yang kami jalankan sepertinya akan stagnan / diam ditempat
4. Tidak mendukung, karena programnya kurang dianggap penting, atau bertentangan dengan aspirasinya, adapun memberikan dana karena merasa emoh pakewuh
5. Mendukung, karena program ini menguntungkan bagi dirinya dan orang lain dan menilai sebagai ibadah.
6. Dll
Adapun tentang pertanyaan (baca keritikan ) dari saudara maka dengan ini kami menjawab
1. Penggunaan kata kepengurusan, ini secara umum sudah baku dalam pemakaian sebuah kepanitiaan , walau memang yg betul adalah kepanitiaan, namun suatu istilah dalam perjalannya secara umum akan mengalami seleksi dialeg, karena kepanitiaan bersifat insidentil maka orang akan lebih mengenal suatu tim ini sebagai organisasi baku. Maka pada akhirnya orang menyebut seperti yang anda keritisi.
2. IKRISMA adalah ormas kecil yang anggotanya sedikit (tapi insya Allah solid) dengan cakupan hanya desa Bringsang , namun yang kami maksud dengan istilah Internal yaitu, intern person organisasi yakni anggota dan jajaran pengurus. Adapun external ialah diluar dari anggota dan jajaran pengurus IKRISMA, termasuk simpatisan lebih lebih dalam program ini ada kewajiban tertentu bagi anggota yang tidak diterapkan bagi orang donator diluar anggota dan jajaran pengurus.
3. Adapun secara umum (menurut kami) isi dari proposal ialah apa yang menyangkut visi misi sebuah program yang ditawarkan , yang meliputi URAIAN RINGKAS PROGRAM,PROFIL ORGANISASI,MUKADDIMAH, LATAR BELAKANG, DASAR PEMIKIRAN, TUJUAN PROGRAM, TARGET PROGRAM, SUMBER PENDANAAN, URAIAN SIRKULASI (berupa estimasi) DANA YANG DIBUTUHKAN DAN SUSUNAN KEPANITIAAN.

Sekali lagi terima kasih atas keritik dan sarannya, bagi kami ini merupakan motivasi dalam berkarya. Semoga kami, anda dan kita semua selalu mendapat ridha dari Allah SWT. Amin
Wassalamu alaikum warahmatullahiwabarukatuh. (Mastindi)

PANITIA AMBULANCE

Alhamdulillah meski sederhana kepanitiaan pengadaan ambulance IKRISMA telah terbentuk dengan tim kerja yang terdiri dari

 Pelindung : Sutlan SE (Kades Bringsang)
 Penanggung jawab : H. Zaenal
 Ketua panitia : H. Haeri
 Wakil : M. Nurul Huda
 Sekretaris : Jamaluddin
 Wakil sekretaris : Zaenal
 Bendahara : Busriyadi
 Wakil Bendahara : Hanafi
 Humas Bringsang : Rosyd & Kipli & Samsul A
 Humas Kebun : Sukri & Suro & Adi & Asmo
 Humas Dadap : Haris & Saim
 Humas Gunung : Arifin & Abu Karsa & Samsul
 Koordinator Humas : H. Abdul azis
 Seluruh anggota Ikrisma

UNTUK DANORWENDO

Tanggapan seorang anggota Ikrisma secara Pribadi kpd Ario Danur wendo
Assalamu alaikum warahmatullahi wabarukaatuh.
Secara pribadi saya akan memberikan tanggapan, terhadap posting di blog anda,

IKRISMA sebagai sebuah organisasi, sebagaimana yg anda katakan” harus punya visi & misi , hal itu saya cukup mahfum, oleh sebab itulah saya selaku sekretaris mencoba mempelajari apa kebutuhan masyarakat, yang mampu kita layani, dan tentunya juga sesuai dengan kemampuan organisasi, lalu muncullah beberapa program, yang bersifat pendek, menengah dan panjang, namun dalam perjalanan, sebuah teori tak selamanya sesuai dengan fakta yg terjadi, maka tentunya diperlukan juga kearifan dengan membuat skala prioritas, mana yang lebih dahulu kita tangani.
Dan Ambulan juga merupakan bagian dari program IKRISMA,yang salah satu langkah IKRISMA kearah itu adalah dengan mengumpulkan sebagian masyarakat giligenting di Masjid Al-Fudholah beberapa tahun yang lalu, namun pada waktu itu belum mendapat tanggapan yang serius dari para Undangan, IKRISMA sadar hal itu terjadi MUNGKIN lantaran sejak berdirinya belum banyak karya nyata yang diberikan IKRISMA namun selanjutnya berkat kerja keras para anggota yang dibuktikan dalam beberapa hal yang diantaranya Pengelolaan Zakat , dan memobilisasi dana masyarakat dalam rangka pilkades, yang kesemuanya itu IKRISMA terapkan dengan prinsip open menejemen. Alhamdulillah legitimasi masyarakat tumbuh dengan sendirinya.
Heran saya ,..
Anda mengatakan “IKRISMA menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan, tolong berikan penjelasan apa bentuknya ?
IKRISMA meski hanya sebuah perkumpulan kecil ,dengan cakupan hanya desa Bringsang, telah berdiri jauh sebelum DANURWENDO ada, bahkan anda pernah menjadi angotanya, lalu dimana letak kecemburuan IKRISMA ?
Akan jauh lebih arif kalau anda dan IKRISMA duduk bersama , meski tanpa harus bergabung ,memaparkan program masing-masing lalu turun ke masyarakat, memberikan bukti nyata bahwa IKRISMA , DANURWENDO bekerja untuk mereka, lalu kita tunggu legitimasi mereka.
Kalau dilihat personalnya, dan anda tahu hal itu, IKRISMA bekerja apa adanya, tak ada person yang profesional pada jajaran pengurusnya (namun IKRISMA mencoba bekerja secara AMANAH), adapun DANURWENDO sebuah organisasi dengan scud yang lebih luas, dan mempunyai payung hukum dalam bentuk akte yayasan, tentunya secara logika, bukan suatu hal yang sulit mewujudkan sebuah program, tanpa harus merasa terganjal dengan IKRISMA.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarukatuh
(dari Mastindi)