Selasa, 17 Desember 2013

Dewan pendiri dan wewenangnya.

Dewan  pendiri dan wewenangnya.

Masih ingat koperasi yang dijalankan divisi ekonomi ?. di mana setiap anggota menyertakan  modal untuk mendirikan sebuah unit koperasi.

Modal yang kita sertakan dalam koperasi, andai dibuat surat berharga itulah yang disebut “saham, semakin maju sebuah  usaha, semakin mahal harga per lembar saham, ringkasnya pemilik saham hakikatnya adalah pemilik perusahaan, yang sahamnya banyak atau mayoritas tentu wewenangnya lebih besar, bahkan bisa memveto sebuah Keputusan.
Pemilik saham dalam sebuah perusahaan  hampir mirip dengan dewan pendiri dalam sebuah organisasi, bedanya pemilik saham dapat  gugur keanggotaannya manakala menarik seluruh modalnya, adapun dewan pendiri selamanya tetap dewan pendiri.

Disebut dewan pendiri karena usahanya dari mencetuskan sampai dengan berdirinya organisasi dan orang-orang yang terlibat dalam ke pengurusan pertama kali.

Lalu apa wewenang dewan pendiri ?

Dewan pendiri punya wewenang sebagaimana wewenang pemilik saham, oleh karena itulah perubahan akte yayasan harus disertai lembar nota hasil (walaupun formalitas) RUPS (rapat umum pemegang saham), yang dalam hal ini formalitasnya kita serahkan kepada pihak notaris.

Dewan pendiri tidak mungkin menjalankan sendiri usahanya , maka didelegasikan kepada  pengurus , yang dipercayakan pembinaannya kepada seorang pembina, pembina inilah yang mengawasi dalam operasional  sebuah organisasi.

Dengan kewenangan yang sangat dominan  ,maka badan pendiri bisa memberhentikan pengurus bahkan  pembina bilamana pengurus melakukan tindakan yang dianggap fatal, atau melanggar azas organisasi.

Ringkasnya , dalam hal operasional pembina adalah tertinggi, karena sebagai wakil dari pendiri, adapun dalam hal kebijakan dan yang menentukan arah organisasi pendirilah yang tertinggi.
Mohon maaf tidak ada maksud mengajari, apa yang saya sampaikan dalam kerangka membuka wawasan kita tentang ke organisasian.

Saya juga memperoleh pengalaman  dari aktifnya di organisasi terutama dikarang taruna , kebetulan di awal tahun 2013 seorang ikhwan membuka perusahaan jasa  , meski tidak bisa ikut menjadi pemilik saham karena ke tidakmampuan secara ekonomi, saya diberi kesempatan turut memberikan penilaian dari sisi kebutuhan struktur perusahaan tersebut.

Berorganisasi membuat kita belajar menjadi dewasa.

Gesekan dalam setiap peralihan adalah dinamika, terima dengan lapang dada.



Silahkan baca artikel lainnya yang terkait dengan pos di atas

0 komentar:

Posting Komentar

:a   :b   :c   :d   :e   :f   :g   :h   :i   :j   :k   :l   :m   :n   :o   :p   :q   :r   :s   :t

Tinggalkan kesan anda di sini