Jumat, 04 Januari 2013

Kenapa ada tangkis laut ?




Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (QS 30;41)

Bagi sobat yang tinggal jauh dari pesisir pantai mungkin tidak mengenal istilah dari judul artikel saya, Tangkis laut,yah !.
.. 
tangkis laut adalah sebuah benteng pulau yang di bangun untuk membendung , , tepatnya menangkis deburan ombak agar tidak naik ke darat, benteng ini di buat tepat di tepi pantai yang di desain tidak tegak lurus melainkan agak miring, hal ini untuk meminimalisir atau tepatnya meredam kuatnya hantaman ombak, dengan demikian keberadaan tangkis laut ini dapat bertahan lebih lama dari pada dibuat tegak lurus.

Itulah sekilas tentang tangkis laut di desa kami, yang mungkin untuk daerah yang jauh dari laut dikenal dengan istilah “bendungan, meski istilah lebih tepat untuk mengelilingi sebuah area penampungan air agar tidak tumpah ke dataran yang lebih rendah.

Sobat sekalian, sebenarnya sewaktu saya kecil, sekitar tahun 90an ke bawah ,istilah tersebut tidak pernah terdengar sama sekali karena keberadaan bibir pantai jauh dari tepi pulau, yakni di batasi hamparan pasir yang untuk sampai ke genangan air laut harus berjalan sekitar dua puluh meteran, Sehingga pasang laut sebesar apapun belum pernah sampai melewati garis sisi pulau, apalagi naik ke jalan raya, tak terkecuali meski musim angin barat sekalipun.

Hingga akhirnya seiring suksesnya usaha para perantau , pembangunan mulai pesat berjalan di sinilah dampak kepada alam mulai terasa, yang berujung kepada wajib di bangunnya tangkis laut..

Mengapa saya katakan kerusakan itu ada hubungannya dengan suksesnya para perantau ? sebenarnya bukan hanya itu, tapi rasa kurang perduli dan cuek terhadap kerusakan, alam serta tidak adanya regulasi atau kebijakan yang jelas dan tegas dari pihak memerintah setempat membuat siapa pun merasa boleh untuk mengambil sumber daya alam tanpa batasan tertentu. Di sinilah yang juga menjadi penyebab dari abrasi bibir pantai.

Ada dua hal yang menjadi penyebab abrasi tentunya berkaitan dengan hal di atas.

Yang pertama : penggalian batu gelar, perusakan terumbu karang oleh racun ikan yang sekaligus juga di ambil batunya oleh para penduduk. Sobat sekalian tentu kita semua paham apa fungsi karang dan batu gelar, karang dan batui gelar berpungsi untuk meredam ombak agar setibanya di daratan tidak lagi berupa gulungan melainkan riak, dengan demikian hantaman gelombang laut dapat di minimalisir setibanya di tepi pantai. Selain itu ombak yang datang dari tengah laut juga sebenarnya membawa butiran pasir ke tepi pantai, yang bila dibiarkan secara alami akan membawa kemaslahatan bagi penduduk pulau tersebut, karena garis pantai semakin jauh dari bibir laut, ini artinya luas pulau semakin bertambah, bukan berati laut tidak boleh di ambil pasir atau batunya, namun bila kita memperlakukan alam dengan bijak maka alam akan bersahabat dengan kita. Tapi sadarkah kita, sebagai konsekuensi dari  rusaknya batu gelar dan karang , maka ombak dengan leluasa menerjang tepi pantai, karena tidak ada lagi peredam, bukan hanya itu butiran pasir yang terbawa lagi ke tengah laut jauh lebih banyak dari yang di tinggalkan ombak.

Yang kedua : pengambilan pasir dan kerikil pantai yang sulit di kendalikan, baik karena ke tidak tegasan kebijakan pemerintah, karena masih memakai konsep emoh pakewuh (merasa tidak enak) lebih celaka lagi pasir yang di ambil bukan hanya untuk kepentingan pembangunan rumah penduduk itu sendiri, namun juga sudah menjadi komoditi jual beli bagi sekelompok orang, untuk memperkaya diri sendiri.

Ah !...andai saja manusia tidak serakah, dana besar yang di pakai untuk tangkis laut bisa, bahkan mungkin lebih dari cukup untuk memberdayakan warga, demi meningkatkan perekonomian mereka.. ternyata emang benar firman Allah di atas..

Kenapa kita tidak mau berfikir ?





Silahkan baca artikel lainnya yang terkait dengan pos di atas

0 komentar:

Poskan Komentar

:a   :b   :c   :d   :e   :f   :g   :h   :i   :j   :k   :l   :m   :n   :o   :p   :q   :r   :s   :t

Tinggalkan kesan anda di sini