Rabu, 10 September 2014

Damai dalam pilkades

Sahabat semuanya,.. Salam damai

Piilkades yang sudah diambang pintu pagar, suka atau tidak telah membuat keluarga, saudara dan sahabat menjadi rival.. tidak mengapa, semua akan berlalu sesuai dengan seleksi Alam , kembali  harmonis, sebagai wujud kedewasaan dalam berpolitik.

Saya yang sejak awal menyatakan “Netral , sebagai sekretaris Ikrisma punya visi dan misi di balik netralitas Ikrsima.

Saya yakin sejak awal , bahwa person Ikrisma akan terbelah dalam pilkades, dan itu sangat bisa dimaklumi , karena masing-masing pihak punya  hak untuk mewujudkan idealismenya.

Pertama : yang mendukung kades lama , ingin agar apa yang di anggap sebagai keberhasilan terus berlanjut, selain juga karena secara emosional ada hubungan kekeluargaan dan persahabatan.

Kedua : pendukung  cakades baru, ingin ada perubahan dan sudah menjadi komitmen dalam MUO yang ditandatangani.

Namun, saya yakin dan Allah yang Maha tahu, keduanya punya niat yang sama, ingin memajukan Desa tercinta, hanya saja dengan metode dan versi yang berbeda, atau ada skala prioritas tertentu dalam programnya.

Dan dengan adanya person Ikrisma pada kedua calon, kelak ke depannya harapan saya.

1.     Setelah usai pilkades , siapa pun pemenangnya, Ikrsima mengucapkan , “selamat bertugas

2.    Ikrisma menjadi  wasilah untuk mengadakan rekonsiliasi antar pendukung, baik dari anggota maupun non anggota.

3.    Selanjutnya Ikrsima akan berdiri bersama pihak yang kalah, dalam rangka mengawal berjalannya program kemaslahatan untuk masyarakat yang di janjikan.

4.    person Ikrisma yang pernah menjadi Tim suksesnya , wajib bertanggung jawab secara moral untuk menjadi yang terdepan mengkritisi penguasa lokal tersebut.

Terakhir, pesan saya “yang merasakan, dan akan merasakan pahit manis , kebijakan kades adalah masyarakat yang tinggal menetap di kampung halaman, meski tidak dipungkiri juga ada efek domino bagi keluarganya yang tinggal di jakarta, karena perputaran roda ekonomi di desa karena adanya suplai uang dari kota, dan kebijakan masalah keuangan akan dirasakan oleh saudaranya yang tinggal di jakarta.

Karena itulah beri mereka pencerahan agar pilihannya logis dalam jangka  panjang, jangan di bujuk karena ambisi kita..

sekian mohon maaf.. dan salam damai..


Silahkan baca artikel lainnya yang terkait dengan pos di atas

0 komentar:

Posting Komentar

:a   :b   :c   :d   :e   :f   :g   :h   :i   :j   :k   :l   :m   :n   :o   :p   :q   :r   :s   :t

Tinggalkan kesan anda di sini