Senin, 17 Agustus 2015

MANAJEMIN KONFLIK (lanjutan)

Saat kita mengisi formulir pendaftaran  anak kita sekolah ada beberapa pertanyaan yang menurut kita mengganggu, di antaranya “anak ke ... ’jumlah saudara ... ‘penghasilan orang tua... ‘tinggal bersama ....’ jarak sekolah ....

Bagi pihak sekolah sangatlah penting  pengisian data siswa tersebut , yang nantinya berguna menjadi ‘semacam data petunjuk manakala anak tersebut bermasalah , dan menjadi bagian dari becup manajemen konflik.

Begitu pun dalam organisasi kita, sangat diperlukan kearifan dan rasa memaklumi, serta bersikap bijak dalam menghadapi setiap masalah , karena biasanya setiap masalah selalu paralel dengan masalah yang lain.

Karena itulah diperlukan adanya saling memahami  backround  atau latar belakang setiap person, baik itu pengurus maupun anggota,

1.     tingkat mobilisasi dalam bekerja , agar diketahui kapan waktu luangnya
2.    keadaan keluarga , apakah saling mendukung
3.    jarak tempuh
4.    faktor psikologis

dengan memahami problem setiap person , maka  kita tidak mudah begitu saja menyalahkan karena kita telah tahu , setiap kita punya udzur yang berbeda, waktu yang tidak selalu sinkron, juga persepsi kita dalam memahami tugas dan tanggung jawab dalam berorganisasi kadang juga berbeda.

Namun catatan ini bukan berarti saya mendorong setiap orang untuk berkelit dari tugas dengan dalih sibuk, lebih lebih kita aktif di organisasi yang belum bisa memberikan sesuatu yang bisa menjamin kebutuhan keluarga,  sama sekali tidak, justeru saya mengajak untuk kita

Pertama , terbuka dengan masalah kita

Kedua , saling memahami keterbatasan kita

Ketiga , untuk saling melengkapi dan mengisi apa yang menjadi kekurangan kita.

Contoh saya sendiri, dengan mobilisasi yang tinggi  mengantar 4 anak antar jemput sekolah dari dan ke tempat yang tidak satu arah, waktu yang tidak sinkron , juga istri yang punya kegiatan di luar bahkan sering kali bentrok, ditambah faktor psikologis masalah ekonomi . hingga harus menutup telinga rapat rapat dari gunjingan sebagian orang yang memang tidak memahami masalah.


Namun saya bersyukur , dengan terbuka  menjelaskan kondisi apa adanya,  banyak juga yang memahami lalu memaklumi .
Silahkan baca artikel lainnya yang terkait dengan pos di atas

0 komentar:

Posting Komentar

:a   :b   :c   :d   :e   :f   :g   :h   :i   :j   :k   :l   :m   :n   :o   :p   :q   :r   :s   :t

Tinggalkan kesan anda di sini