Selasa, 04 Juni 2013

SMS kritikan untk Ikrisma & jawaban sekertaris


Assalamu’alaikum. Wr. Wb.
Apa kabar pak. H. Zainal ???
mudah-mudahan sehat semuanya ya ?? Lagi sibuk apa nih ….
Maaf tidak balas / angkat telp. Lagi ditengah laut gerimis Biasa pekerja keras kerjanya melawan ombak dan angin

# Kaule rakyat Bringsang Perwakilan dari semua rakyat Bringsang merasa kecewa dengan pemerintahan sutlan.

# Pak H. Zainal yang saya hormati, sebagai Ketua Umum IKRISMA ko’ tidak ada tindak lanjutnya sudah tau sutlan banyak koropsinya ko’ IKRISMA diam padahal 2 periode yang menjadikan sutlan kalebun itu IKRISMA .

# Apa hasil korupsinya bagi-bagi pak. H. Zainal bagi rata dengan IKRISMA … ?????? ini perlu dicurigai karena IKRISMA tidak mau bergerak. Saya dari dulu Cuma diam, Cuma pengen tau sampai mana IKRISMA Sutlan itu KKN coba di kroscek siapa yang  jadi pengurus desa, pengurus program yang masuk desa kalo bukan orang dalamnya sutlan.

# Semua buktinya sahar sutrisno adiknya sutlan itu megang berapa peranan di desa ada rakyat yang lain dianggap bodoh, tidak bisa seperti Tris berapa milyar korupsinya sutlan 9 tahun. Rakyat itu merasa ditindas Cuma takut tidak ada yang komentar karea tidak ada yang mengayomi.

# Bukan profokator, tapi ini kenyataan yang ada dimasyarakat, kalau anda merasa tidak terima berarti sampean sama dengan sutlan. Bearti sampean juga mendapat bagian keuntungan korusinya dari sutlan.

# IKRISMA jangan cuma jadi KEDOK yayasan islami yang bisa mengayomi rakyat bringsang tapi mana buktinya …. ??

# kita perlu bukti kalau IKRISMA itu pengen SDA / SDM rakyat bringsang seperti ini caranya tapi kelola yang benar adil jangankan nanya tentang sutlan sampean yang sudah jadi tokoh agamanya.

# Orang bringsang / tokoh masyarakat bringsang yang gak mau tau menau nanya ke bu’ umya kebun, bu’ pa’e bringsang yang mungkin dia tidak berpendidikan, maaf bisa dibilang orang bodoh, dari sampean beliau kalau ditanya tentang sutlan pasti dijawab kecewa dengan pemerintahan sutlan. Perlu bukti gimana lagi sepertinya dari dulu sudah banyak bukti Cuma IKRISMA diam saja atau tidak mau tau menahu ini bukti terakhir yang sekarang jadi pembicaraan rakyat bringsang yang ada di bringsang.

# Bedah rumah bringsang dapat 60 rumah dapat 6 juta tapi kenapa kok dikelola sutlan tidak disuruh kelola sendiri sama yang punyak rumah, ada apa itu …….

# Ternyata setelah dilaksanakan per rumah Cuma dapat perbaikan maksimal 800 ribu kemana sisanya uang yang 5.200.000 X 60 rumah = Rp. 312.000.000 ini uang rakyat lho pak haji haknya rakyat Ya sebenarnya rakyat bringsang itu butuh sampeyan dan IKRISMA tapi mana sampeyan sama IKRISMA kok tidak muncul ….. ????

# Kapan buktinya lagi bantuan tahunan dari PNPM berupa beras, minyak sayur perdesa sekecamatan giligenting itu dapat tapi yang di bringsang itu minyak sayurnya kok tidak ada kemana …. ?????

Ternyata diusut-usut diambil sutlan ingat itu bantuan untuk rakyat miskin lho ………..

Tanggapan sekertaris

Ada ungkapan “diam itu adalah Emas

Namun dalam sebuah hadits dikatakan “As-sukutu ‘alan ni’am (diam berarti iyanya)

Pada hadits yang lain Man amana Billahi wal yaumul akhiri fal yaqul khiran au li yasmut (siapa yang beriman kepada Allah & hari akhir hendaklah berkata yang baik atau diam)

Bila kita padukan ungkapan di atas dengan hadits Rasulullah SAW. Ialah “bila diam itu Emas , maka bicara berarti Intan, dan diam terhadap sesuatu tuduhan berarti 
membenarkan tuduhan itu, dan bila kita ingin bicara dalam rangka konfirmasi tentunya yang membawa manfaat dan kemaslahatan banyak orang.

Saya sebagai sekretaris dari Ikrisma menanggapi isi SMS tersebut begini.
Meskipun SMS itu gelap dan terkesan pengecut tapi pelakunya tidak fiktif, hanya ada kemungkinan cerita awalnya adalah lokasi rekayasa.

#.Kalau merasa mewakili rakyat Bringsang, rakyat yang mana ?.. kalaupun iya, kenapa mesti bersembunyi dibalik sms gelap, kalau mewakili, berarti di belakangnya banyak massa yang mendukung, kenapa musti takut, hampir 2 periode Sutlan menjabat, saya termasuk yang mengeritik belum pernah di ancam dan saya belum pernah mendengar Sutlan bertindak secara fisik.

#.Selama dua periode Sutlan menjabat ditengarai adanya penyelewengan pada periode kedua pada tahun ketiga jabatannya, seharusnya pengirim SMS melihat secara proporsional, kalau pada awalnya saja sudah terlihat penyelewengannya kenapa masih mendapat suara mayoritas pada pilkades kedua.

#.Dari Sutlan menang di periode pertama sampai sekarang, Ikrisma tak sepersen pun mendapat kucuran bantuan selain Rp.5.000.000 untuk Ambulan, sekali lagi untuk Ambulan, BUKAN untuk perasional Ikrisma, apalagi personnya,.SMS ini sangat tendensius dan terkesan menuduh Ikrisma bermain dengan hasil penyelewengannya. Pengirim ini mengesankan dirinya sebagai orang penting, hingga perlu mengatakan “Saya dari dulu Cuma diam, Cuma pengen tau sampai mana.....

#. Data dari mana kalau anggaran belanja untuk sebuah desa sampai sampai bermilyar-milyar, seperti saya katakan di atas penyelewengan itu terjadi (bila memang jelas dibuktikan) ketika pada periode kedua jabatannya.

#. Perlu di ketahui, dan baru kali ini saya bicara, meskipun saya tidak aktif di rapat Ikrisma ketika berkaitan dengan menegur Sutlan, tidak lama saya konfirmasi langsung dengan yang bersangkutan (Sutlan) agar mendapat jawaban yang lebih memuaskan, bukan hanya itu saya bertanya juga kepada orang tua saya yang tinggal di kampung mengenai masalah tersebut. Lalu pertanyaannya , ‘apa saya harus lapor hasil pembicaraan tersebut pada pengirim SMS yang tak jelas facenya, agar tahu bahwa saya tidak diam, duduk manis.

#.Ikrsima selama ini telah banyak berbuat, hanya mungkin pengirim sms , istilah maduranya “tak edhing bejerage, Ikrisma bekerja secara sosial namun profesional, semua personnya  tidak ada yang di gaji, berkaitan dengan dukungan kepada Sutlan Ikrisma secara swadaya telah mengeluarkan biaya puluhan juta, dan telah banyak bukti kemajuan desa, yang bila yang bersangkutan tinggal di kampung atau pulang kampung dapat menyaksikan sendiri perbedaan kemajuan pembangunan desa sebelum dan sesudah Sutlan menjabat, di mana, masa-masa Emas itu Ikrisma , yang mendukung sultan hingga menghasilkan kemajuan untuk desa tidak mendapat pujian apapun, dan kini ketika ada penyelewengan lalu ditimpakan kesalahannya kepada Ikrisma, apa ini fair ?

#. Penonton memang selalu lebih pintar dari yang main,..datangi Ikrsima lihat bagaimana Ikrisma bekerja disela-sela kesibukan usaha masih sempat memikirkan desa tercinta, tidak mengandalkan orang lain, kalau bisa bertindak sendiri.
#. Pengirim SMS mungkin gak faham “bahwa Ikrisma berada diluar jalur formal dalam hal birokrasi, jadi kapasitasnya hanyalah memberikan teguran secara moral , dan itu sudah dilakukan , baik secara formal keorganisasian maupun pribadi, dan hasilnya sekarang ialah” setiap telepon dari anggota Ikrsima sudah tidak lagi di angkat oleh Sutlan. Lalu apa hal ini juga harus di umumkan kepada pengirim SMS, agar tidak perlu lagi kirim sms gelap.

#. Jawaban saya untuk hal di bawah saya rasa cukup terwakili dengan jawaban di atas.
Tapi lewat SMS ini, saya sebagai sekertaris , mengucapkan terima kasih karena dengan ini Ikrisma bertambah solid.


Silahkan baca artikel lainnya yang terkait dengan pos di atas

0 komentar:

Posting Komentar

:a   :b   :c   :d   :e   :f   :g   :h   :i   :j   :k   :l   :m   :n   :o   :p   :q   :r   :s   :t

Tinggalkan kesan anda di sini