Ketua dan Sekretaris

Sebuah organisasi tidak akan maju tanpa adanya kerja sama dan tanggung jawab, tokoh sentral dan desain tak ada artinya tanpa dukungan semua person

Rapat Ikrisma dengan Masyarakat

Ikrisma selalu terdepan dalam menangani masalah masyarakat yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah lokal

Divisi Sosial

Armada Ambulan yang dikelola oleh divisi Sosial telah banyak membantu meringankan beban Masyarakat saat tertimpa musibah

Santai usai Taklim

Menyempatkan waktu disela sela kesibukan untuk Taklim, bahkan tetap memberi ruang untuk santai sambil membicarakan Ikrisma ke depannya.

Suasana Pantai Desa Bringsang

Tepi pantai yang anggun di pesisir desa Bringsang membuat aku rindu kampung halaman

Tampilkan postingan dengan label keorganisasian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keorganisasian. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Desember 2015

Kala krisis leadher

Memancing memori di krisis leadher.
Teringat memori 20 tahun yang lalu , saat pemilihan RT seorang ustad (guruku) beliau manajer di perusahaan percetakan logam , yakni “Budhi Dharma,terpilih, sebagai ketua RT,bukan mencalonkan diri , namun dipaksa dipilih,

saya bertanya “kok mau pak ?

beliau menjawab “ saya mau asalkan kalian mau diatur bukan hanya sebagai warga tapi juga sebagai jamaah,

saya jadi paham maksudnya , ketika mulai menjalankan tugasnya , beliau  

mempercayakan kegiatan remaja kepada saya yang selain aktif di remaja masjid juga karang taruna, mengaktifkan kegiatan ke agamawan bagi orang tua.

Selain kegiatan kerja Bhakti beliau mewajibkan setiap warga untuk menyisihkan beras 1 kotak korek api yang diambil remaja setiap Minggu lalu dikumpulkan dan di berikan kepada warga yang tidak mampu, setiap permintaan surat pengantar setiap warga yang memberi tips wajib menulis nominalnya dan memberi tanda tangan, semua dana yang masuk dimanfaatkan secara maksimal baik untuk kegiatan remaja, bahkan acara bakar ikan pun mendapat subsidi, intinya beliau berusaha mengkondisikan warga terbiasa dengan hal-hal positif.

Hingga di akhir masa jabatannya beliaulah satu-satunya RT yang melaporkan ada saldo jutaan rupiah, subhanallah  meskipun beliau berusaha untuk tidak mencalonkan lagi warga tetap memaksa sehingga 2 periode.

Beberapa tahun kemudian , saat mengikuti latihan leadhersif saya semakin paham ketika penatar menjelaskan tentang” apabila dalam organisasi terjadi krisis leadher atau ketua , tidak ada yang mau jadi kandidat . itu terjadi di organisasi sosial bukan komersial, karena tidak ada insentif, tidak ada gaji , yang ada hujan kritik dan tuntutan dari anggota. Saat itu akan, atau bisa diberlakukan seperti teori ekonomi pasar , yakni “bila permintaan meningkat stock barang menipis atau bahkan tidak ada, maka harga barang akan melonjak.
Artinya, ketika dalam sebuah organisasi  terjadi krisis kepemimpinan saat itulah terjadi nilai tawar yang sangat tinggi antara calon leadher atau kandidat dengan anggota, nilai jual atau tawar yang saya maksud, ialah ‘dapatnya seorang leadher menerapkan berbagai program di masa kepemimpinannya dengan aturan yang dapat dikondisikan sedemikian rupa, tentunya hal itu juga harus di mulai dengan Akad yang jelas , antara kandidat dan anggota.

Dalam status ini saya tidak mensupport seseorang untuk menjadi leadher dengan jurus aji mumpung, “mumpung tidak ada yang mau menjadi kandidat, bukan..!  karena ujung ujungnya adalah ke sewenang-wenangan , dan leadher akan merasa menjadi menguasa tunggal hingga akhirnya semakin tidak jelas batas-batas kewenangannya, karena dalam memilih leadher kita juga harus memperhatikan beberapa hal :

INTEGRITASNYA , yakni hubungannya dengan organisasi, apakah punya loyalitas dan militansi. 

AKUNTABILITASNYA , yakni tindakannya bisa dipertanggung jawabkan.

KAPABILITASNYA  , yakni punya kemampuan mengelola manajemen organisasi , dan mengolah manajemen konflik .

KREDIBILITAS, yakni punya etika atau akhlaq yang bagus dalam menghadapi berbagai macam persoalan organisasi, sehingga mampu bertindak sebagai penengah sekali gus kawan, sehingga bisa diterima semua kalangan.

Boleh jadi ke empatnya kita mengatakan “HANYA NABI YANG BISA !.. manusiawi , namun ingat organisasi sebagaimana definisinya , “SEKUMPULAN 2 ORANG ATAU LEBIH YANG MEMPUNYAI TUJUAN YANG SAMA DAN BEKERJA SAMA DENGAN KODE ETIK YANG JUGA BERSAMA SAMA DISEPAKATI.

Saya bicara diorganisasi besar yang ideal, namun bukan berarti mengecilkan Ikrisma, Ikrisma adalah organisasi yang dibangun dengan konsep kekeluargaan , karena memang satu dengan lainnya mayoritas punya kedekatan kekerabatan , setidaknya sama sama warga Giligenting.

Sekarang , mendset atau cara pandang kita terhadap organisasi harus di rubah , organisasi bukan sesuatu yang rumit , karena organisasi dibentuk sesuai kebutuhan bahkan sampai ke masalah pengurusnya pun formaturnya sesuai kebutuhan,
karena itulah  di butuhkan, adanya saling pengertian, saling memahami dan  saling melengkapi

mudah-mudahan status panjang ini bisa bermanfaat.


Senin, 17 Agustus 2015

MANAJEMIN KONFLIK (lanjutan)

Saat kita mengisi formulir pendaftaran  anak kita sekolah ada beberapa pertanyaan yang menurut kita mengganggu, di antaranya “anak ke ... ’jumlah saudara ... ‘penghasilan orang tua... ‘tinggal bersama ....’ jarak sekolah ....

Bagi pihak sekolah sangatlah penting  pengisian data siswa tersebut , yang nantinya berguna menjadi ‘semacam data petunjuk manakala anak tersebut bermasalah , dan menjadi bagian dari becup manajemen konflik.

Begitu pun dalam organisasi kita, sangat diperlukan kearifan dan rasa memaklumi, serta bersikap bijak dalam menghadapi setiap masalah , karena biasanya setiap masalah selalu paralel dengan masalah yang lain.

Karena itulah diperlukan adanya saling memahami  backround  atau latar belakang setiap person, baik itu pengurus maupun anggota,

1.     tingkat mobilisasi dalam bekerja , agar diketahui kapan waktu luangnya
2.    keadaan keluarga , apakah saling mendukung
3.    jarak tempuh
4.    faktor psikologis

dengan memahami problem setiap person , maka  kita tidak mudah begitu saja menyalahkan karena kita telah tahu , setiap kita punya udzur yang berbeda, waktu yang tidak selalu sinkron, juga persepsi kita dalam memahami tugas dan tanggung jawab dalam berorganisasi kadang juga berbeda.

Namun catatan ini bukan berarti saya mendorong setiap orang untuk berkelit dari tugas dengan dalih sibuk, lebih lebih kita aktif di organisasi yang belum bisa memberikan sesuatu yang bisa menjamin kebutuhan keluarga,  sama sekali tidak, justeru saya mengajak untuk kita

Pertama , terbuka dengan masalah kita

Kedua , saling memahami keterbatasan kita

Ketiga , untuk saling melengkapi dan mengisi apa yang menjadi kekurangan kita.

Contoh saya sendiri, dengan mobilisasi yang tinggi  mengantar 4 anak antar jemput sekolah dari dan ke tempat yang tidak satu arah, waktu yang tidak sinkron , juga istri yang punya kegiatan di luar bahkan sering kali bentrok, ditambah faktor psikologis masalah ekonomi . hingga harus menutup telinga rapat rapat dari gunjingan sebagian orang yang memang tidak memahami masalah.


Namun saya bersyukur , dengan terbuka  menjelaskan kondisi apa adanya,  banyak juga yang memahami lalu memaklumi .

Senin, 27 April 2015

Membuat RAPBO (Rencana anggaran pendapatan & belanja organisasi)

Hal yang diabaikan namun penting dalam organisasi.

Sewaktu aktif di remaja Masjid berkesempatan mengikuti Study banding ke  masjid Sunda kelapa, di mana pada saat itu terkenal paling aktif dan maju remaja masjidnya, hal menarik yang bisa diambil pelajaran ialah di terapkannya  semacam RAPBN  untuk organisasi masjid.

Rancangan anggaran pendapatan dan belanja sebuah organisasi sangat penting, untuk membuat semacam “Master Plan atau asumsi dasar yang menjadi  acuan pelaksanaan program organisasi setahun atau satu periode kepengurusan.

Membuat rancangan pendapatan, yang untuk kita bisa di simulasikan  sumbernya dari dana kas, pos divisi sosial, divisi ekonomi , dana hibah dari simpatisan sangat penting untuk merancang sebuah program satu tahun atau satu periode ke depan di mana dana operasionalnya , atau belanjanya tentunya disesuaikan dengan rencana anggaran pendapatan.

Sebuah program boleh jadi tidak selesai satu tahun atau satu periode, namun dengan adanya perencanaan yang matang baik dari segi sdmnya maupun dana operasionalnya, dan dibuatkan tahapan tahapannya menjadi ada jangka pendek, menengah dan panjang , maka visi dan misi sebuah organisasi tidak akan terlihat stagnan.


Saya pernah mengatakan , organisasi bagi kita sebenarnya akan menjadi semacam universitas terbuka untuk kita belajar banyak hal, karena semua dilakukan secara kolektif dan bertanggung jawab.

Tim inti dalam orgasisasi

Tim inti dalam organisasi.

Motorik atau penggerak dalam organisasi setidak tidaknya ada 3 

Pertama : ketua sebagai penanggung jawab
Kedua :  sekretaris perancang program
Ketiga : bendahara penyedia dana.

Tim inti ini bekerja atau merumuskan suatu program  kerja, kemudian  didelegasikan kepada  unit unit kerja yang kelak bertanggung jawab kepada ketua , unit ini di dalam organisasi kita di sebut divisi .

Unit kerja atau divisi menerjemahkan suatu perintah dalam bentuk karya nyata, divisi inilah wajah organisasi yang sesungguhnya karena bersentuhan langsung dengan masyarakat dan menjadi ujung tombak sebuah organisasi dalam hal karya Bhakti.

Dan tanpa unit unit kerja seperti ini maka organisasi akan lumpuh.

Adakalanya sebuah divisi diberikan hak otonom , artinya dapat mengatur dirinya sendiri selama masih dalam koridor AD dan ART, hak lebih ini diberikan ketika sebuah divisi dapat mandiri tanpa subsidi induk organisasi , hal ini dalam organisasi kita ada pada divisi sosial, namun tetap setiap kebijakan dan kode etik di sampaikan di dalam fourum untuk mendapat persetujuan, hanya saja format regulasinya di buat sendiri.

Kesimpulannya : semakin besar dan profesional sebuah organisasi, semakin banyak unit unit kerja yang harus di bentuk.


Adapun dalam sebuah organisasi yayasan yang formaturnya berdasarkan regulasi pemerintah dalam hal ini mentri dalam negeri dan kehakiman , untuk yayasan di mulai dari  Dewan pendiri à dewan pembina, lalu pengurus harian..

Sabtu, 25 April 2015

Hal dadakan dalam organisasi

Keorganisasian.

Setiap kita, siapapun, usia berapapun bahkan bayi ketika baru lahir setelah registrasi dan verifikasi maka secara otomatis suka atau tidak merupakan bahagian dari sebuah organisasi.

Kita adalah bagian kecil dari organisasi besar yaitu “negara, setidaknya adalah pemimpin dari sebuah rumah tangga.

Apakah organisasi tu ?

Organisasi ialah sekumpulan 2 orang atau lebih yang bekerja sama dengan tujuan dan teknik yang juga disepakati secara bersama-sama , karena organisasi identik dengan kegiatan . ada organisasi berarti ada kegiatan.

Apa tujuannya ?

Tujuan tertuang dalam visi (tujuan jangka pendek) dan misi (tujuan jangka panjang) yang batas batasnya terbingkai dalam AD dan ART.

Warna organisasi .

Warna organisasi terlihat dari nama dan bidang kegiatan yang mendominasi serta mendapat apresiasi yang besar dari pengurus dan anggota. Bila nama adalah kemasan,  maka substansi yang terdapat di dalamnya (idealnya) menjadi jiwa atau ruh dari setiap kegiatannya.

Dalam organisasi tidak boleh ada superioritas , semua  (harus) saling melengkapi sesuai dengan kualifikasinya masing-masing. karena itulah kaderisasi menjadi keharusan  dalam sebuah organisasi.

Organisasi tidak boleh tergantung kepada figur apalagi figur central , setiap person harus siap menjadi badal atau pengganti saat diperlukan.

Tindakan spontanitas diperbolehkan dengan syarat “potensi instabilitasnya terhadap organisasi sama dengan keadaan darurat , yakni bila itu tidak dilakukan akan membahayakan kelangsungan organisasi.



Senin, 02 Februari 2015

TAMTSIL SEBUAH ORGANISASI

Organisasi ibarat sebuah pohon.
Ada akar , untuk menopang batang dan menyerap sari pati tanah demi kelangsungan hidup pohon itu, siapa dia ?

dia adalah sumber daya manusia yang bisa menopang kelangsungan organisasi baik dengan tenaga, dana, waktu, pikiran maupun materil.
Ada batang untuk bertumpu cabang, ranting , daun dan buah, siapa dia ?

Dia adalah pokok atau tubuh organisasi , yang memayungi  semua kegiatan dalam sebuah organisasi.

Ada cabang , selain kelapa pohon mempunyai cabang dan ranting semakin banyak cabang dan ranting semakin banyak buah yang di hasilkan, siapa itu ?

Dia adalah bidang kegiatan dalam sebuah organisasi, karena ungkapan mengatakan “ di mana ada organisasi di situ ada kegiatan.

Ada ranting, yakni cabang dari cabang sama dengan cabang dengan batang untuk memperbanyak daun dan buah. Siapa itu ?

Dia boleh jadi kepanitiaan, atau tim kerja sementara untuk sebuah program jangka pendek.

Ada daun dengan , banyak fungsinya . menyerap sinar matahari, pernafasan dan penguapan itulah humas, biasanya pohon dikenal dengan daunnya, dan aksi organisasi dikenal berkat publikasi dari humas. 

Ada buah, itulah hasil dan maksud sebuah pohon di tanam , ada juga pohon yang dibutuhkan batang atau cabangnya untuk material bangunan, ada juga yang dibutuhkan daunnya untuk lalap maupun apotek hidup, ada juga yang dibutuhkan akarnya seperti ubi, singkong , wortel dll, namun intinya sebuah pohon ditanam tentulah punya tujuan tersendiri, setidaknya untuk penghias taman.

Itulah karya organisasi , yang secara kasap mata dapat terwujud dan dirasakan oleh masyarakat, namun tak lupa juga kesejahteraan anggota (bila organisasi) telah kokoh Karena dengan anggota yang sejahtera, maka perhatian kepada organisasi bisa lebih fokus daun tajam hingga endingnya nanti dapat dirasakan masyarakat dalam berbagi bentuk karya sosial.

Tapi ingat !..  ada benalu , benalu bukan bukan bagian dari pohon hanya warnanya yang sama , namun tidak ada manfaat atau kontribusi untuk pohon yang ada, pohon akan mati berlahan-lahan karena diserap sari patinya.

Selain itu ada juga semak belukar  yang mengambil manfaat dari pohon tersebut, tidak ada kontribusinya , sama seperti benalu bila keduanya (benalu & semak) dipangkas atau ditebang maka pohon akan sehat.


KEBERSAMAAN

Sebuah kelompok remaja bersepakat untuk menambah pengetahuan mereka dalam dunia hewan sambil berwisata dengan cara mengunjungi kebun binatang, di sepakatilah Ragunan sebagai tujuannya.

Kebun binatang Ragunan mereka sepakati karena berbagai alasan

Pertama : jaraknya dekat

Kedua : berbiaya murah karena tiketnya terjangkau

Ke tiga : banyak tempat teduh sebagai sarana rehat.

Ke empat : karena masih daerah jakarta jarang turun hujan.

Ketika membahas tentang transportasi mulailah berbagai argumen muncul

Pertama : mengusulkan agar sewa mobil pribadi agar lebih bebas dan cepat sampai baik pulang maupun pergi.

Kedua : naik angkutan umum saja untuk mengirit biaya .

Ketiga : naik motor beramai-ramai agar tahu jalan dan lebih cepat sampai

Intinya semua alasan tujuannya sama , yakni sampai di tempat yang dituju , meski dengan teknis yang berbeda.

Semuanya setuju karena argumentasinya memang logis.

Itulah sebuah ORGANISASI , Keputusan fourum adalah mandat, susah senang adalah hasil Keputusan bersama.

Bisa saja ada yang mengusulkan ke taman safari, padahal biayanya besar dan sering turun hujan

Bisa saja ke taman mini, tapi di sana bukan kebun binatang.

Bisa saja ke rumah pitung, tapi kesepakatan bukan ke sana.

Dalam organisasi tidak semua usulan dapat di penuhi,

Dalam sebuah organisasi bila lembaganya tidak di percayai maka semua personellah yang terkena.


Kamis, 19 Desember 2013

tugas dan kewenangan pengurus inti

Tugas pengurus

sebagaimana  yang saya singgung  mengenai wewenang badan pendiri, maka kali ini saya akan melanjutkan tugas  pengurus yang terdiri dari Ketua, sekretaris dan bendahara.

Tugas ketua menjalankan serta bertanggung jawab terhadap apa yang menjadi mandat dari badan pendiri dan hasil rapat anggota baik program itu merupakan inisiatif anggota maupun aspirasi masyarakat.

Adapun program yang menjadi garapan sebuah organisasi terbagi menjadi 2 bagian.
Pertama : program yang memang menjadi tujuan baik visi maupun misi organisasi , ibarat sebuah system program ini adalah bagian, atau satu paket dari kittah organisasi , karena itulah sebuah organisasi mempunyai sayap  atau bidang kegiatan yang secara  berkesinambungan  dan berkelanjutan terus dijalankan di mana wewenang ketua dibagikan kepada suatu tim kerja yang kita kenal di Ikrisma sebagai divisi , (dalam organisasi kita ketua juga berfungsi sebagai kepala divisi)
Program kedua : program yang bersifat insidetil (dadakan) dalam hal ini biasanya organisasi akan membentuk sebuah kepanitiaan.

Lalu apa wewenang ketua .

Ketua bertanggung jawab terhadap program yang dipercayakan baik oleh masyarakat melalui rapat anggota maupun pendiri, agar program tersebut memenuhi target yang di inginkan.

Pada akhirnya kelak ketua memberikan laporan dalam rapat anggota dan badan pendiri.

Dalam hal ini ketua memberikan mandat kepada sekretaris untuk di buatkan langkah-langkah atau teknis kerjanya  secara detail , dan menjelaskan  kisi-kisi dalam bentuk visualisasi global dari program yang akan dijalankan.

Adapun sekretaris sendiri selain menyusun tehknis atau mekanisme suatu  pekerjaan secara detail juga membuat perhitungan pembiayaan secara logis dan realistis sesuai dengan kemampuan organisasi baik secara finansial maupun sumber daya manusia yang dimilikinya.

Susunan proposal kerja yang telah dibuat oleh sekretaris selanjutnya di presentasikan  dalam rapat lanjutan sebagai gladi bersih sekali gus memberikan gambaran kongkrit  tehknis  suatu pekerjaan yang akan di jalankan, dalam presentasi tersebut  akan diketahui kebutuhan logistik, pembiayaan dan sdm  yang harus disiapkan .

Dan dari sisi inilah seorang sekertaris (boleh dibilang) mengendalikan sebuah organisasi , karena dari kegiatan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, seorang sekretaris dengan format kerja dan tema yang di usung, mampu menciptakan  bahkan merekayasa suatu program untuk membentuk imej atau penilaian masyarakat , 'bagaimana sesungguhnya organisasi itu.

Apapun sekretaris pada divisi hanyalah mendokumentasikan setiap transaksi kerja , dalam organisasi besar sekretaris di pengurus di sebut “sekjen.

Selanjutnya atas mandat ketua juga bendahara memberikan nota pencairan dana  kepada bagian keuangan.

Bendahara juga harus mengkaji  setiap program  yang akan dibiayai baik dari sisi profitnya maupun eksistensi organisasi ke depannya, yakni ‘dengan aktif memberikan masukan dari sejak wacana digulirkan sampai dengan pencairan dana.

Dalam hal ini ada ungkapan klasik untuk bendahara yaitu “mengeluarkan dana sekecil-kecilnya  untuk menghasilkan kegiatan sebanyak-banyaknya.

Ringkasnya, tim inti dalam sebuah organisasi adalah : ketua, sekretaris dan bendahara merekalah yang bekerja di kantor, karena itulah kantor di sebut sekretariat.

Saya meminta,  agar perombakan tidak hanya meng agendakan ketua dan pembina, namun juga pergantian sekretaris agar full fress , segar keseluruhan seperti yang sering kita gadang-gadang setiap wacana peremajaan, selain dalam rangka kaderisasi juga penyegaran , agar ide-ide baru dapat tumbuh.

Dalam organisasi ada sebuah ungkapan yang populer “semakin lama seseorang berkuasa semakin tidak jelas batas-batas kewenangannya.

Saya merasa, pemicu dinamika dan gesekan di Ikrisma, karena adanya tindakan yang melampui kewenangan yang saya lakukan dan tak bisa di tolelir . Agar hal tersebut tidak terjadi lagi, maka sebaiknya pergantian sekretaris juga di agendakan.


Selasa, 17 Desember 2013

Dewan pendiri dan wewenangnya.

Dewan  pendiri dan wewenangnya.

Masih ingat koperasi yang dijalankan divisi ekonomi ?. di mana setiap anggota menyertakan  modal untuk mendirikan sebuah unit koperasi.

Modal yang kita sertakan dalam koperasi, andai dibuat surat berharga itulah yang disebut “saham, semakin maju sebuah  usaha, semakin mahal harga per lembar saham, ringkasnya pemilik saham hakikatnya adalah pemilik perusahaan, yang sahamnya banyak atau mayoritas tentu wewenangnya lebih besar, bahkan bisa memveto sebuah Keputusan.
Pemilik saham dalam sebuah perusahaan  hampir mirip dengan dewan pendiri dalam sebuah organisasi, bedanya pemilik saham dapat  gugur keanggotaannya manakala menarik seluruh modalnya, adapun dewan pendiri selamanya tetap dewan pendiri.

Disebut dewan pendiri karena usahanya dari mencetuskan sampai dengan berdirinya organisasi dan orang-orang yang terlibat dalam ke pengurusan pertama kali.

Lalu apa wewenang dewan pendiri ?

Dewan pendiri punya wewenang sebagaimana wewenang pemilik saham, oleh karena itulah perubahan akte yayasan harus disertai lembar nota hasil (walaupun formalitas) RUPS (rapat umum pemegang saham), yang dalam hal ini formalitasnya kita serahkan kepada pihak notaris.

Dewan pendiri tidak mungkin menjalankan sendiri usahanya , maka didelegasikan kepada  pengurus , yang dipercayakan pembinaannya kepada seorang pembina, pembina inilah yang mengawasi dalam operasional  sebuah organisasi.

Dengan kewenangan yang sangat dominan  ,maka badan pendiri bisa memberhentikan pengurus bahkan  pembina bilamana pengurus melakukan tindakan yang dianggap fatal, atau melanggar azas organisasi.

Ringkasnya , dalam hal operasional pembina adalah tertinggi, karena sebagai wakil dari pendiri, adapun dalam hal kebijakan dan yang menentukan arah organisasi pendirilah yang tertinggi.
Mohon maaf tidak ada maksud mengajari, apa yang saya sampaikan dalam kerangka membuka wawasan kita tentang ke organisasian.

Saya juga memperoleh pengalaman  dari aktifnya di organisasi terutama dikarang taruna , kebetulan di awal tahun 2013 seorang ikhwan membuka perusahaan jasa  , meski tidak bisa ikut menjadi pemilik saham karena ke tidakmampuan secara ekonomi, saya diberi kesempatan turut memberikan penilaian dari sisi kebutuhan struktur perusahaan tersebut.

Berorganisasi membuat kita belajar menjadi dewasa.

Gesekan dalam setiap peralihan adalah dinamika, terima dengan lapang dada.



Jumat, 13 Desember 2013

KEPANITIAAN


Panitia adalah organisasi non permanen dikarenakan masa kerjanya yang terbatas.
Kepanitiaan biasanya dibentuk untuk sesuatu keperluan atau kegiatan yang sifatnya insidental/mendadak atau sementara.

Sebagaimana layaknya sebuah tim kerja, kepanitiaan juga terdiri dari ketua,sekretaris dan bendahara , adapun sebagai  pelaksana dibentuklah tim kerja lapangan dalam bentuk seksi-seksi sesuai kebutuhan dari acara yang akan di garap.

Kepanitiaan merupakan universitas terbuka bagi sebuah institusi /organisasi sebagai media pengkaderan bagi  semua anggotanya, karena dalam kepanitiaan yang berskala lebih kecil baik medan garapan maupun jenis pekerjaan tidak begitu membutuhkan tanggung jawab yang besar ,selain hanya kepada internal organisasi saja. (bila kepanitiaan dibentuk oleh sebuah lembaga atau institusi).

Kepanitiaan merupakan ajang uji coba bagi setiap anggota sebuah lembaga, guna mengetahui bakat dan skill/kemampuan  setiap person  yang kelak menjadi modal sebagai acuan pada saat ada regenerasi atau peremajaan pengurus.

Karena kepanitiaan mempunyai masa kerja dengan waktu yang terbatas, ketika kegiatan tersebut telah dianggap selesai , maka seperti biasa ketua panitia memberikan laporan pertanggung jawaban kepada lembaga yang membentuk atau masyarakat bila mereka  yang menginginkan adanya kepanitiaan tersebut.



DIVISI-DIVISI


Keberadaan divisi atau departemen dalam sebuah organisasi , disesuaikan dengan kebutuhan organisasi , divisi merupakan tim tim kecil yang menjadi sayap atau kaki hingga sebuah organisasi dapat berjalan ,.

Berikut ini fungsi-fungsi divisi

Sebagai sayap organisasi agar eksistensi sebuah organisasi  tetap diakui.

Sebagai mesin uang terutama divisi ekonomi yang menjadi pemasok dana agar operasional sebuah organisasi dapat tercover.

Sebagai mesin politik, karena dari divisi-divisi itulah sebuah organisasi bersentuhan langsung dengan masyarakat, baik dalam format  sosial keagamaan , Maupun profit.

Dalam organisasi kita “Ikrisma,sebagaimana yang sering saya sampaikan, eksistensi  semua divisi bersifat “OTONOM, yakni bebas menentukan kebijakan sendiri , kecuali 3 hal

Pertama : menggalang dana masyarakat tanpa koordinasi dengan induk organisasi
Kedua : menambah tenaga sopir
Ketiga : membeli unit kendaraan baru.

Namun karena keberadaan divisi-divisi  tersebut sebagai bagian dari organisasi , maka ada pos-pos tertentu yang berhak mendapat kucuran dana dari inkam yang didapat, berikut uraiannya untuk divisi Sosial.

45 % untuk perawatan
25 % untuk kegiatan sosial dan kemanusiaan
25 % untuk organisasi
5  % untuk sewa lahan

Sebagaimana layaknya sebuah tim, divisi-divisi  juga mempunyai  ketua sebagai penanggung jawab , yang kelak akan bertanggung jawab kepada ketua organisasi, dan karena otonom, maka tak semua harus dilaporkan kepada ketua atau anggota apalagi hanya bersifat teknis.

Saya ingat 2 kali mengikuti penataran ke organisasian di BF maupun karang taruna, ada semboyan “di mana ada gula di situ semut, korelasinya dengan ke organisasian “ di mana ada organisasi, di situ ada kegiatan.

Ikrisma dicetuskan dan dibentuk, tujuannya agar silaturrachim  antar sesama perantau tetap terjalin dan mudah,  dari pada harus mendatangi satu persatu  yang akhir kemudiannya berkembang menjadi sebuah wadah yang menampung berbagai aspirasi dan pendapat  sehingga berbentuk tumbuhnya keperdulian sosial terhadap sesama perantau.

Maka sebagaimana pembentukan awalnya, marilah kita kembali kepada kithah  (garis besar perjuangan) yakni “untuk menjalin silaturrachim agar lebih erat dan mudah, kita kelola organisasi ini secara kekeluargaan , tidak ada yang merasa “paling berhak, atau merasa tidak punya peran, merasa tidak punya wewenang, karena semua punya sumbangsih memajukan Ikrisma.

Pengurus dan anggota ibarat satu tubuh, bila salah satunya sakit maka yang lain akan resah, reaksi spontan itu adalah sunnatullah  karena itulah kita harus bekerja sama, bukan sama-sama bekerja.

Ingat berjamaah adalah Rachmat, makhfum mokhalafahnya , tercerai berat adalah laknat.

Rabu, 11 Desember 2013

Program & organisasi


Program kerja & organisasi bagai dua sisi mata uang ,tidak dapat dipisahkan, bila hilang salah satunya , maka hilanglah yang lainnya.

bukan organisasi namanya kalau tidak ada karya nyata yang di hasilkan  , justru organisasi di bentuk karena sesuatu proyek besar yang di kenal dengan visi, dan dari tahapan-tahapan visi yang disebut misi itulah sebuah organisasi mendapat legitimasi atau pengakuan dari masyarakat akan existensinya.

Program kerja disusun baik karena adanya desakan masyarakat karena kebutuhan primer yang biasanya bersifat insidental maupun kebutuhan organisasi , namun yang jelas kegiatan organisasi terutama organisasi sosial seperti kita merupakan wujud layanan bagi masyarakat , baik dalam bentuk full free, maupun semi profit.

Lalu bagaimana sebuah program dapat berjalan sebagaimana yang kita harapkan ?

Wacana : wacana cukup  penting untuk memancing reaksi publik terhadap program yang akan di laksanakan,

Kedua : adanya planing/perencanaan , rancangan kerangka rencana kerja karena di situlah seting awal sebuah program , berapa person yang akan dilibatkan, anggaran belanja untuk pembiayaan , waktu dan tempat pelaksanaan, agar tercipta kerja sama yang baik dan kondusif, semua sdm harus ditempatkan sesuai skillnya.

ketiga : tentu pelaksanaan, dalam masa kerja itulah semua yang terjadi wajib ada dokumentasinya sebagai bahan evaluasi.

Terakhir : adanya evaluasi, yang terakhir itulah sering kita abaikan, padahal evaluasi bagian yang tak terpisahkan dari sebuah kegiatan, demi mengetahui tingkat keberhasilan , dan penyebab sesuatu kegagalan agar pada saat kegiatan selanjutnya menjadi modal untuk dicari solusinya.

Saya teringat ketika aktif mengajar sebagai wali kelas di TQA (ta’limul Qur,an lil awlad), ada kebijakan dari pengurus yayasan agar setiap Minggu diadakan rapat evaluasi , evaluasi mingguan, yakni  evaluasi hasil mengajar selama seminggu, dalam evaluasi tersebut , yang menjadi bahan bahasan ialah, sejauh mana tingkat keberhasilan mengajar selama seminggu, apa kendala-kendalanya, siapa saja santri yang bermasalah baik dalam pelajaran, kehadiran & ketertiban.

Semoga nanti Ikrisma mempunyai program  baru di samping program yang telah ada, apalagi kita telah mewacanakan adanya kegiatan, dengan format bantuan sosial.
Ket: semua tulisan saya tentang berbagai hal yang berkaitan dengan keorganisasian dan informasi tentang ikrisma dapat di akses di Web kita . bukan copy paste.



Sabtu, 30 November 2013

bentuk ormas


Ikrisma, dilihat dari aktivitasnya yang secara umum bergerak di bidang layanan masyarakat baik dakwah maupun kemanusiaan disebut organisasi sosial, adapun format struktur kepengurusannya seperti piramida, hal ini terbentuk karena adanya sayap-sayap  organisasi yang menjadi bagian dari bidang kegiatannya.

Adapun besar kecilnya sebuah organisasi sangat mempengaruhi struktur sebuah organisasi, karena struktur dibuat berdasarkan kebutuhan , baik dalam bidang pelayanan maupun keahlian dalam menangani operasional sebuah organisasi.

salah satu ciri organisasi kecil ialah, saling mengenalnya antara sesama pengurus maupun sesama anggota bahkan lintas struktur dan anggota, lingkup kerja yang tidak terlalu luas dan personel organisasi yang sedikit sangat memungkinkan terjadinya rangkap kepengurusan, terkecuali di struktur tertentu yang memang secara prosudural (yang ditetapkan pemerintah , bila sebuah organisasi akan dikukuhkan dengan payung hukum) tidak boleh terjadi.

Sabtu, 29 Desember 2012

Meeting bagi tugas

Setelah sekian lama dan cukup menyita waktu dan tenaga, dengan mengucap puji syukur kepada Allah, di mulailah proses pengurusan pembuatan akte Yayasan IKRISMA melalui jasa notaris dengan penanggung jawab pembuatannya kepada sdr Rasyid, dan kini sudah mendekati 60 persen, al-hamdulillah semua berjalan lancar tanpa kendala., semoga ini menjadi pertanda baik pada masa depan IKRISMA di tangan generasi selanjutnya, keberadaan payung hukum sangat penting bagi sebuah organisasi, selain sebagai wujud pengakuan dari lembaga yg berkompeten dalam masalah ormas, juga agar sebuah organisasi bisa lebih eksis di mata masyarakat,namun tentunya sebuah yayasan bukanlah hanya sekedar papan nama, atau keren kerenan, tapi harus di iringi karya nyata dalam wujud memberikan manfaat yag seluas luasnya kpd masyarakat umum, khususnya warga madura lebih khusus lagi warga Giligenting dan lebih khusus lagi warga Bringsang yang mempunyai ikatan kuat secara emosional dengan IKRISMA dalam wujud memberkan sumbangsih yang besar baik secara moril daupun material kpd Organisasi IKRISMA.
Adapun label IKRISMA pada nama yayasan agar tidak menghilangkan identitas asalnya selain lebih dikenal oleh masyarakat madura baik yang ada di Jakarta, jawa Tengah maupun madura sendiri.
Semoga dengan terbentuknya atau meningkatnya status IKRISMA dari ormas biasa menjadi yayasan akan semakin menambah ghirah atau semangat rekan baik pengurus maupun anggota untuk membawa ormas atau yayasan IKRISMA melangkah lebih jauh lagi ke arah yang lebih profesional dan mandiri.
Yayasan Ikrisma masih belum mampu memberikan, walau sekedar insentif atau penggembira baik kpd anggota maupun pengurus, disinilah letak tantangan bagi jiwa sosial kita untk berjibaku memberikan yang terbaik secara ikhlas demi kemasylahatan umum, sebab tentunya secara idiologi usaha kita selama itu ikhlas tidak akan sia sia, melainkan mendapat nilai plus tersendiri dari Allah, rasulullah bersabda.
KHAIRUNNAS MAN ANFA'UNNAS (Sebaik baik manusia ialah yang paling bermanfaat bagi manusia yang lain). untk rekan dari anggotra dan pengurus penulis mengajak yuk ! kita majukan ormas ini sampai betul betul profesional.

Rabu, 09 Mei 2012

Dokumentasi


Dokumentasi  : dokumentasi adalah bagian penting yang tidak boleh diabaikan atau diremehkan fungsinya dalam sebuah organisasi , dokumentasi bisa berupa data bisa juga berupa audio visual baik bergerak (video) maupun diam (gambar).

Dokumentasi  merupakan bank data, yang merekam perjalanan sebuah organisasi, karena melalui dokumentasi sejarah organisasi tersebut dapat ketahui, baik karya maupun rotasi kepengurusan  oleh  penerusnya.

Dan saat organisasi sedang berjalan, dokumentasi  diperlukan untuk pengajuan berbagai macam proposal, laporan kegiatan baik yang bersifat internal maupun eksternal, sebagai wujud transparansi dan fakta adanya aktivitas yang dipercayakan.

Pengalaman : suatu ketika kami mengajukan proposal permohonan bantuan buku dan kitab ke kedutaan Saudi arabia dan LIPIA (Lembaga Ilmu pengetahuan Islam dan arab), sesuai prosedur proposal yang ke LIPIA harus berbahasa Arab, keduanya ditolak karena kurang lengkap yakni  tidak disertakan Photo kegiatan yayasan. Al hamdulillah setelah dipenuhi keduanya diterima, dan  tidak lama bantuan berupa kitab, al qur,an 30 juz, juz amma dan buku tentang sejarah timur tengah juga buku tulis kami terima.

Begitu pentingnya dokumentasi , dari dokumentasi sebuah organisasi dapat mengevaluasi kekurangannya, bahkan dapat meningkatkan kinerjanya , al-Qur,an mengajarkan kepada kita tentang merekam sejarah perjalanan kita untuk kita evaluasi atau muhasabah.

“Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam (QS 96;6)

Karena dengan kalam atau tulisan (penggambaran) sebuah kejadian dapat terekam , lalu ada evaluasi untuk dicari yang termudah sebagai solusinya.

Wallahu a’lam bissawab.




Minggu, 06 Mei 2012

Apa itu Visi dan Misi ?


Dalam organisasi kita sering mengenal visi dan misi terkadang ditambah dengan motto atau semboyan, lalu apa yang dimaksud dengan visi itu ?
Visi adalah tujuan jangka panjang  yang tahapan tahapannya tidak dapat diuraikan secara spesifik , hal ini karena perjalanan sebuah organisasi lebih sering mengalami pasang surut dan pergantian pengurus sering diiringi pergantian kebijakan.

Visi sangat penting dalam sebuah organisasi karena atas dasar visi itulah sebuah organisasi dibentuk. Visi merupakan tujuan yang menjadi cita-cita, maka tanpa visi yang jelas sebuah lembaga akan kehilangan orientasi .
Secara tersirat dalam banyak ayat Allah telah mengajarkan kepada kita betapa tujuan sangat urgen/penting , karena setiap perintah, Allah sudah tetapkan tujuan pelaksanaannya, seperti saum agar kita menjadi orang yang bertakwa, bahkan pada setiap penciptaan  tidak ada yang sia-sia

"Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (QS 3;191)

Dan tujuan juga tentunya harus realistis sesuai dengan tahapan-tahapan pelaksanaannya, karena bila tidak maka tujuan yang ingin dicapai bisa jadi  , yang dalam istilah bahasa Arab disebut “Littamani yakni mustahil tercapai.

Meskipun visi adalah tujuan jangka panjang , namun dalam tahapan globalnya dapat dibagi menjadi tiga, yakni jangka pendek, menengah dan panjang, dari jangka waktu yang pertama dan kedua itulah tujuan jangka panjang dievaluasi tingkat keberhasilannya.

Lalu apa misi itu ?

Dalam pengertian saya (karena pengertian misi sangat beragam) misi adalah cara atau jalan dalam mencapai sesuatu, dalam istilah agama kita kenal dengan “SYARE’AT, dan organisasi Ikrisma mempunyai bidang kegiatan untuk mencapai visi itu, nah !.. dari bidang kegiatan itulah bisa di ketahui misi sebuah organisasi.
Dalam hal misi, mungkin rekan-rekan pernah mendengar istilah “MISIONARIS KRISTEN , misionaris Kristen adalah orang yang mengajak orang lain, dengan mekanisme ajaran agama Kristen, tentunya tidak secara terbuka yang tujuan akhirnya (visinya) mengkristenkan seseorang.

Adapun motto adalah semboyan dalam berkarya, dan motto bisa bersifat sektoral, contohnya dalam bidang manajerial , saya sering meminjam ungkapan Sayyidina Ali KW. “ALHAQQU BILA NIDZAM YAUGHLIBUL BATILU BIN NIDZAM (kebaikan yang tidak termenej akan dikalahkan kebatilan yang terminej) tapi karena motto ini bersifat umum jadi dapat dipakai pada sektor apa saja.

“kami selalu jujur dalam berkarya, rasanya motto ini tidak pas untuk menata keuangan, karena dengan hanya bermodal jujur saja, tanpa adanya administrasi yang profesional  akan menimbulkan banyak fitnah, yang pada akhirnya tidak bisa lagi menumbuhkan gemar berinfak bagi aghinya karena tidak ada transparansi dalam masalah keuangan.

Yang terakhir ..lalu apa visi dan misis Ikrisma ? loyalitas anda terhadap organisasi akan menjawab pertanyaan ini .