Ketua dan Sekretaris

Sebuah organisasi tidak akan maju tanpa adanya kerja sama dan tanggung jawab, tokoh sentral dan desain tak ada artinya tanpa dukungan semua person

Rapat Ikrisma dengan Masyarakat

Ikrisma selalu terdepan dalam menangani masalah masyarakat yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah lokal

Divisi Sosial

Armada Ambulan yang dikelola oleh divisi Sosial telah banyak membantu meringankan beban Masyarakat saat tertimpa musibah

Santai usai Taklim

Menyempatkan waktu disela sela kesibukan untuk Taklim, bahkan tetap memberi ruang untuk santai sambil membicarakan Ikrisma ke depannya.

Suasana Pantai Desa Bringsang

Tepi pantai yang anggun di pesisir desa Bringsang membuat aku rindu kampung halaman

Sabtu, 29 Juni 2013

Tragedi buah Anggur & Kancil



Pada jaman dahulu kala.. dahulu sekali, di mana udang dan lele belum berkumis dan ulekan belum bungkuk dan hewan bisa bicara.

Di sebuah hutan tumbuhlah sebuah pohon yang mempunyai buah yang sangat manis , orang sekarang menyebutnya Anggur .

Manisnya buah Anggur tersebut terkenal ke seluruh hutan, semua hewan datang untuk merasakan manisnya , buah Anggur tersebut berdiri tegak menjulang ke atas & buahnya tumbuh dari batang , dahan sampai ke ranting bahkan dari batang yang terendah.
Hewan-hewan yang datang  yang tidak bisa memanjat tentu akan mengambil buah yang paling rendah yang mudah di jangkau dan tentunya yang sudah matang  , sehingga akhirnya bagian batang yang terendah hanya tersisa buah putik yang masih muda dan tentunya rasanya pahit dan kecut.

Suatu ketika datanglah beberapa ekor Kancil ke tempat tersebut dengan maksud yang sama yaitu hendak menikmati manis dan segarnya buah Anggur tersebut. Tapi sang kancil kecewa karena buah yang matang berada di luar jangkauannya, yakni terlalu tinggi, ia pun berusaha melompat, melompat dan melompat untuk lebih tinggi agar dapat meraih buah yang matang yang posisinya cukup tinggi.

Berkali kali meloncat sang Kancil yang ada hanya lelah , ia pun menyerah , maka pada akhirnya ia pun mulai memakai akalnya yang kita kenal cerdik , ia mempunyai ide , idenya ia akan menyebarkan isu yang berupa propaganda, ia akan kabarkan bahwa” buah Anggur itu tidak lagi manis , tapi kecut dan pahit. Tujuannya supaya penghuni hutan tidak lagi memakan buah Anggur tersebut, hingga akhirnya kancil cs dapat menguasai pohon dan buah Anggur tanpa ada yang mengganggu.

Tidak menunggu lama , maka kancil cs pun mulai menyebar isu, “buah Anggur pahit !.. buah Anggur kecut !..

Sang Kancil pun dengan kelicikannya berhasil meyakinkan sebagian penghuni hutan..
Rekan sekalian !..mental manusia yang seperti kancil banyak bertebaran di sekitar kita, rasa iri terhadap kesuksesan teman , saudara & tetangga bahkan sebuah institusi terkadang membuat kita merekayasa  sebuah cerita , tujuannya agar orang lain sepaham dengan kita dalam menilai seseorang yang kita benci.

Nauzdu billah min dzalik wa naudzu billah min syururi anfusina

semoga Allah menjauhkan kita dari sifat yang demikian,


Wallahu a’lam bissawab.

Minggu, 23 Juni 2013

INTERVIEW IKRISMA KEPADA SEMUA KANDIDAT KADES


 INTERVIEW IKRISMA KEPADA SEMUA KANDIDAT KADES
1.     Bagaimana konsep anda untuk menciptakan system pemerintahan desa yang bersih dan transparan ?
2.    Apa solusi anda untuk memangkas alur birokrasi pemerintahan desa yang biasa menyulitkan masyarakat hingga mereka tidak memperoleh haknya ?
3.    Bagaimana kebijakan anda dalam pemberdayaan masyarakat desa, untuk membangkitkan per ekonomian mereka, seperti
Ø  Terhadap pengusaha kecil dan menengah
Ø  Para pengrajin
Ø  Nelayan
Ø  Petani
Ø  Pengangguran dan tenaga terampil non formal
Ø  Transportasi
Ø  ...
4.    Apakah anda punya program untuk penataan lingkungan, baik untuk pesisir pantai maupun dataran juga penyelamatan satwa yang menjadi ciri khas sebuah desa, bila mungkin menjadi sumber devisa .
5.    Dalam masalah keamanan bagaimana konsep anda ?
6.    Tidak kalah pentingnya adalah pembenahan di sisi moral khususnya para remaja apa konsep anda dalam hal ini.
7.    Bila di takdirkan terpilih, bagaimana bentuk kerja sama anda dengan kami (Ikrisma)

HARAPAN HARAPAN IKRISMA, BILA KANDIDAT TERPILIH
1.  Untuk menghindari penyelewengan kami mengharapkan

v  adanya transparansi dalam system/ manajemen pemerintahan desa
v  pemberdayaan semua aparatur yang menjadi alur birokrasi.
v  Melibatkan unsur masyarakat dalam  pengelolaan keuangan .
v  Perlunya auditor untuk mengetahui sirkulasi keuangan
v  Kades tidak terlalu sering mendelegasikan tugas yang seharusnya menjadi kewajibannya.
v  .

2.  Dalam bidang birokrasi untuk kesejahteraan

v  Kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan haknya
v  Bantuan yang berasal baik dari pemerintah maupun swasta hendaknya di mulai dari masyarakat yang benar-benar layak mendapatkannya .
v  Program bantuan yang sifatnya kontinyo/ berkelanjutan hendaknya selalu di cek ulang penerimanya secara berkala.
v  Kades sebaiknya tidak begitu saya mempercayakan pendataan penduduk miskin kepada bawahannya, sehingga mengakibatkan pembagian bantuan tidak merata.
v  Perlunya sadar birokrasi bagi masyarakat , agar efek dari rumitnya alur birokrasi yang berkenaan dengan batuan pemerintah terkadang membuat bantuan tidak full diterima, agar tidak menimbulkan fitnah yang merugikan aparat desa karena timbulnya saling curiga.
v  Menjaga dan menciptakan suasana  yang kondusif sehingga masyarakat tidak lagi merasa takut mengadukan sesuatu.

3.  Dalam bidang pemberdayaan masyarakat desa.

v Kades berusaha membuka peluang berkembangnya para pengrajin dan pengusaha kecil dengan berupaya memberikan bantuan baik dari sisi modal maupun keterampilan.
v Membuka peluang usaha baru dengan terlebih dahulu memproteksi pengusaha lokal, yang bisa menyerap tenaga kerja baru, dengan usaha-usaha  produktif baik jangka pendek maupun panjang.
v Memaksimalkan sumber daya alam sekitar baik dari lautan maupun banyaknya tanah terlantar.
v Membuat semacam BUMD (badan usaha milik desa) yang hasilnya dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat TANPA KECUALI.
v  

4.  Dalam penataan lingkungan

v Hendaknya kades membuat semacam PERDES (peraturan desa) yang di perkuat oleh Camat , yang mengatur segala macam kegiatan masyarakat  baik untuk keperluan pribadi apalagi usaha yang berakibat terhadap rusaknya lingkungan alam, baik pantai maupun daratan, dan punahnya hewan-hewan tertentu.
v Mempertahankan keasrian dan ciri khas sebuah desa agar tetap natural (alami)
v ..

5.  Dalam hal ke amanan

v Keamanan harus menjadi tanggung jawab bersama, namun perlu adanya spesialisasi dalam penanganannya, seperti jumlah hansip yang mungkin perlu di tambah, dan permintaan patroli dari kepolisian di tempat tempat tertentu.

6.  Dalam pembinaan ke agamawan

v Kades wajib menjadi contoh bagi masyarakat setidaknya kedekatannya dengan tokoh-tokoh agama dengan sering mengikuti shalat berjamaah.
v Perlunya pembinaan bagi remaja seperti dengan membentuk semacam majelis taklim, atau di arahkan kepada kegiatan-kegiatan yang positif.
v .

7.  Kerja sama dengan Ikrisma

v Adanya komunikasi intensif dengan Ikrisma mengenai beberapa hal yang rawan menimbulkan kecurigaan adanya penyimpangan.

HARAPAN SAYA UNTUK REKAN DAN MASYARAKAT.
Apabila di indikasikan ada penyimpangan dari aparat desa, maka sampaikan kritik dengan santun, dan dapat dipertanggung jawabkan, ada baiknya klarifikasi langsung kepada yang bersangkutan dan melakukan tabayyun (mencari penjelasan/uji kebenaran), agar kritik yang kita sampaikan tidak berubah menjadi fitnah
Dalam agama kritik itu ada dua macam
Pertama : kritik An-Nasuha, yakni kritik yang  mengandung nasihat, yaitu yang disampaikan dengan bahasa santun dan bertanggung jawab, insya Allah kritik ini akan mengundang simpati bukan antipati.
Kedua : Kritik Mufradat/merusak , yaitu kritik yang sifatnya mengumbar aib , mencerca dll,meskipun dengan tamsil namun pengertiannya khitabnya sangat mudah di tebak maksudnya.

Sekian semoga bermanfaat.
Sekretaris Ikrisma

(Mastindi)




Kamis, 20 Juni 2013

Edisi Intropeksi.


Edisi Intropeksi.

Bila dipikir-pikir benar juga

# Samsuto : “kita belum dewasa dalam berorganisasi, buktinya

# kata Tolak : “banyak PR yang tidak selesai, mungkin ini juga akibat dari ...

# kata Pembina : “ Sekretaris yang tidak jeli , hanya berpikiran sesaat...

Kita memang butuh orang-orang yang kritis, dan itu ada di Ikrisma, mereka adalah Asset ,mereka menjadi motorik saat organisasi lesu , tidak mustahil memang ada kebijakan yang harus di kritisi, saya teringat sebuah buku karangan Qurais Syihab berjudul “membumikan al-Qur,an , di antara isinya, “bila ingin melihat bentuk bumi, kita harus melihatnya dari luar. Dalam perspektif Ikrisma ,Kritikan itu memang lebih objektif manakala dilakukan dari luar,. mesti bukan berarti orang luar.  

Sebagai sekretaris, saya mengakui banyak hal yang seharusnya menjadi tugas saya tapi , tidak dapat ditunaikan sebagaimana semestinya, hal ini terjadi lantaran beberapa hal yang menjadi keterbatasan saya.

Dengan segala keterbatasan itu sebagi putra daerah saya juga ingin menyumbangkan untuk daerah tercinta walau hanya sebatas ide, yah !..Cuma ide, karena hanya itulah yang saya mampu.

Ide saya , untuk periode yang akan datang hanya sebuah MOTTO , atau semboyan.
Motto periode mendatang bagaimana kalau “bringsang BERTAMASYA, artinya BERsih, TrAnsparan, dan berMASYArakat.

BERTAMASYA selain sebuah kata akronim , juga merupakan visualisasi  sebuah tempat yang menyenangkan hati.

BERSIH, artinya bersih dari penyelewengan(korupsi, kolusi dan nepotisme) , bersih lingkungan (tata kelola alam laut dan darat) , bersih dari fitnah,.

TRANSPARAN, adanya keterbukaan (open manajemen) dalam pengelolaan APBD,PNPM  dan semua bantuan sosial, baik dari pusat maupun swasta.

BERMASYARAKAT : mau memahami  kehendak masyarakat yang primer, tentunya yang proporsional, juga berlaku adil (menempatkan sesuatu pada tempatnya), menghilangkan budaya “takut mengadu bagi masyarakat,.

hal ini dapat terlaksana apabila semua aparat desa di berdayakan, dan menyederhanakan alur birokrasi.

Bagi rekan yang lain saya persilahkan untuk membuat motto yang lain.

Saya kurang paham sikon Bringsang sekarang, jadi yang sering ke kampunglah yang motonya lebih bisa diterima.



Selasa, 18 Juni 2013

Share untuk rekan


Sekedar mengingatkan kepada rekan-rekan Ikrisma

Komitmen awal Ikrisma dalam hal pilkades ialah

Menerima semua kandidat /cakades yang ingin bersilaturrachim dengan Ikrisma siapa pun, apa lagi ada tiga nama yang sudah memberikan konfirmasi kehadirannya kepada Pembina, yaitu Kadarisman/Ris, (sudah) ,Sutrisno/Tris  (belum) dan Nuraida.

Semua calon akan kita coba untuk memberikan presentasi program kerjanya lalu kita ambil yang terbaik untuk selanjutnya kita sodorkan semacam MOU (memorandum of understanding).

Sebagai pengurus sepertinya saya melihat hal yang janggal, yakni ke tidak adilan kepada kandidat yang lain yang juga menghormati Ikrisma , yang diwujudkan dengan kesediaan mereka bersilaturrahmi  dengan Ikrisma, hanya mungkin karena waktunya masih lama mereka tidak terburu-buru.

Tapi pekan-pekan ini Ikrisma seperti digiring kepada salah satu calon saja, bahkan boleh jadi telah terbentuk opini di masyarakat “bahwa Ikrisma telah mendukung salah satu kandidat,dengan di uploadnya foto-foto beberapa pengurus bersama salah satu kandidat dengan ekspresi face yang menunjukkan dukungan penuh, di forum FAPG, yang juga disertai dengan redaksi kalimat berupa ungkapan dukungan, Padahal di internal Ikrisma belum ada rapat dukung mendukung.

Saya pernah mengingatkan semakin banyak kandidat yang bertarung, semakin sulit memetakan jumlah mayoritas suara, menurut saya memilih adalah masalah aspirasi, dan aspirasi adalah masalah hati, siapa yang bisa menjamin si A. Akan mencoblos apa karena di saat itu konstituen akan lebih memilih kandidat yang secara emosional mempunyai hubungan dekat, baik karena saudara, teman, tetangga maupun merasa berhutan jasa.
Menang kalah itu biasa, bahkan kalah pun itu hal yang mulia nila diterima secara sportif , namun bukan di situ letak masalahnya, masalahnya ialah bila kandidat yang di usung Ikrisma kalah yang dipertaruhkan ialah inner bauty atau pomor Ikrisma, yakni,kalau kandidat yang di usung Ikrisma kalah itu artinya “Ikrisma sepertinya sudah tidak punya nyali lagi, atau sudah tidak bertaji lagi.. (Maaf walaupun sebenarnya tidak apa-apa sekaligus menguji loyalitas masyarakat kepada Ikrisma)

Adapun hal lain lagi, kita kan sedang fokus kepada renovasi total masjid , yang donaturnya terdiri dari semua lapisan dan golongan masyarakat, saya khawatir kalau Ikrisma berlaku tidak adil akan membawa efek yang kurang baik,. Karena pasti tiap donatur punya aspirasi pilihan sendiri .
Sekali lagi mohon di baca untuk sekedar tausiah demi kebaikan Ikrisma, dan tolong hal ini jangan di salah artikan, toh saya sendiri sudah menyatakan netral.