Ketua dan Sekretaris

Sebuah organisasi tidak akan maju tanpa adanya kerja sama dan tanggung jawab, tokoh sentral dan desain tak ada artinya tanpa dukungan semua person

Rapat Ikrisma dengan Masyarakat

Ikrisma selalu terdepan dalam menangani masalah masyarakat yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah lokal

Divisi Sosial

Armada Ambulan yang dikelola oleh divisi Sosial telah banyak membantu meringankan beban Masyarakat saat tertimpa musibah

Santai usai Taklim

Menyempatkan waktu disela sela kesibukan untuk Taklim, bahkan tetap memberi ruang untuk santai sambil membicarakan Ikrisma ke depannya.

Suasana Pantai Desa Bringsang

Tepi pantai yang anggun di pesisir desa Bringsang membuat aku rindu kampung halaman

Minggu, 14 Maret 2010

Al-Qur,an

Al-Qur,an secara lughawi berarti bacaan (QS 75;18) namun secara istilah al-Qur,an adalah qalamullah yg diturunkan dari sidratul muntaha ke langit dunia , lalu diturunkan lagi secara berangsur angsur kpd rasulullah dalam bentuk wahyu, yg terkadang di dahului oleh peristiwa yg melatar belakanginya, baik yang dimasukkan kedalam hati maupun di bacakan secara langsung oleh malaikat Jibril.


Al-Qur,an,. bagi yg membacanya masih terbata bata Allah memberinya dua pahala. Pahala membaca dan belajarnya, begitulah rasul bersabda, bagi yg membaca namun belum mengetahui maknanya, juga berpahala, membaca dan mengetahui maknanya, lebih banyak lagi pahalanya,mengetahui maknanya lalu mengamalkannya, maka itu yg paling utama, rasul bersabda.

“ Allah akan mengangkat derajat suatu kaum dengan al-qur,an dan juga merendahkan derajatnya dengan al-qur,an. Al-Hadits.

Dalam tanbihul ghafilin di jelaskan “ siapa yg menjadikan al-qur,an imamnya, maka al-qur,an akan menuntunnya ke surga, dan siapa yg menjadikan al-qur,an dibelakangnya maka ia akan mendorongnya ke neraka “ naudzu billa. Ikhwan ahkwat sekalian yuk !.. dalami al-qur,an,. jangan sampai kita oleh Allah di sebut sebagai orang yang buta hati..atau hati yg terkunci,. (maksudnya dari yg haq)

Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur'an ataukah hati mereka terkunci? (QS 47;24)

kehebatan tawakkal

4 tahun yang lalu tepatnya sekitar bulan Juni 2006 adalah masa kelahiran buah hati yang sejak kehamilan dari umminya pada usian yg dua bulan dalam kandungan sudah di uji dgn berbagai macam masalah, ari ari di bawah yang sering mengkibatkan pendarahan kecil, dokter menyarankan agar selalu di periksa setiap dua bulan, pada pemeriksaan yang ke tiga akhirnya dokter menganjurkan agar nanti di cesar saja karena kondisi bayi dan kandungan yg tidak normal. Bukan hanya biaya yg menjadi buah pikiran tapi juga kondisi dari umminya yang lemah,. Ya Allah,. Apakah ini cobaan atau teguran ?


Al hamdulillah pada pemeriksaan yg ke 4 tanpa melalui proses USG dokter menyatakan kondisi kehamilan Istriku sudah berbalik menjadi normal, entah,. Pada akhirnya aku anggap dokter terlalu cepat menyimpulkan karena pada kenyataanya kondisinya tetap tidak berubah , ini diketahui oleh bidan setelah hari kelahiran istriku yang setelah 3 hari lamanya menahan mules baru sekitar jam 2 dinihari melahirkan.

Sejak dari saat kelahiran hingga pagi, siang dan menjelang sore bukan tangis bayi yang kudengar tapi runtihan dari bawah lampu penghangat. Menjelang sore aku pulang untuk shalat dan menyalakan lampu setelah sehari semalam rumah di tinggal, baru usai shalat Ashar hp berbunyi “ kak segera ke rumah sakit koja,. Anaknya di bawa ke sana karena kritis ‘.. suara adikku menelpon.

Dengan perasaan tk menentu ku siapkan dana dan berangkat menuju RS, di IGD (instalasi gawat darurat) disana ada bidan juga adikku, tidak tega rasanya melihat anakku dengan berat kurang dari 2kg dan prematur di infuse & di oxygen setelah berkali kali gagal, mungkin karena terlalu kecil, sempat terdengar di telinga tidak ada tempat kosong di ruang iccu bayi,.. dalam kebingungan aku berdo,a pada Allah “ya Allah berilah kemudahan dalam perawatan anakku, segera setelah di rotgen, infus dan oxigen aku disuruh untuk menyusul ke lantai 2, ternyata bayiku sudah di bawa ke sana, ucap syukur ternyata doaku di kabulkan oleh Allah, tempat ada.

Setelah proses admistrasi selesai aku segera permisi untuk shalat Maghrig , krn sepertinya sudah mau Iqamat,. Baru kaki melangkah keluar dari tpt berwuhdu hp berbunyi meminta aku kembali ke ruang iccu, ya Allah ada apa ini ? bergegas sampai di sana ternyata sudah ada mertua dan bu bidan, kepala ruang iccu meminta aku untuk tanda tangan karena melihat kondisi bayi yang kian kritis (yg kemudian aku tahu keracunan air ketuban), dan tidak memungkinkan untuk di rujuk ke tempat lain karena hanya akan mempercepat kematian saja dengan macetnya nanti di perjalanan,. Agak berat rasanya saat menulis tanda tangan, seolah membiarkan anakku tanpa penanganan yang semestinya karena kurangnya alat di rumah sakit Koja.

Saat kembali dari Masjid aku di panggil suster agar jangan meninggalkan ruangan iccu terlalu jauh, karena mungkin ada yg dibutuhkan berkenaan dengan kondisi anakku yang belum ada perubahan bahkan makin kritis,. Akhirnya ku putuskan untuk makan dan shalat di depan ruang iccu,. Tak sedetikpun ku tinggalkan ruang itu selain ada yg menggantikan yakni adik atau saudara yg menjenguk.

Hampir semalam hingga menjelang subuh tak kurasakan letihnya mulai dari menunggu saat kelahiran dan persalinan,. “Ya Allah mengapa terasa berat sekali ujian ini ? hingga entah kenapa saat tadarus bertemu dengan ayat ayat yang intinya menyuruh untuk tawakkal,. Ayat ayat inilah yang menyentak kesadaranku “ ya Allah mengapa beban ini aku pikul sendiri hingga pundakku terasa berat, bukankah anakku milikMu, akan Engkau apakan saja toh di tetap milik Mu, bahkan hambu ini juga milik Mu, “ ya Allah mulai sekarang hamba bertawakkal pada Mu. Saat itulah perasaanku mulai ringan dan saat itu juga aku ingat kisah beberapa pemuda yang terjebak dalam goad dan mereka dapat keluar dengan wasilah amal amalnya, ya Allah Engkau bukan Zat yg ingkar janji “ selama ini hamba berusaha untuk memudahkan hamba Mu yg lain untuk memahami din Mu ya Allah, maka sekarang hamba mohon mudahkan urusan hamba.

Subhanallah !,,Allah memang tak pernah ingkar janji, entah mengapa saat banyak orang tua bayi yang di rawat mengeluhkan pelayanan para suster di ruang iccu yang tidak ramah, aku sama sekali tak mendapatkannya, sambutan ramah, bahkan disediakan tempat duduk, sampai di panggil saat dokter datang mungkin untuk sekedar konsultasi . teguran ramah dari para petugas ruang iccu bukan hanya pada saat di dalam ruangan tapi juga pada saat di luar ruangan , sampai pasien yang lain merasa iri dan menyangka aku punya keluarga yang berpengaruh di RS itu.

Hari pertama, ke dua,ke tiga dan ke empat tak ada perubahan yg menggembirakan saat masuk melihat di ruang iccu, kecuali hanya sambutan ramah dan saran agar bersabar, namun yang membuat lega adalah anakku sudah melewaati masa kritis.

Hari ke lima pagi sekitar jam 8 entah ada apa aku di panggil masuk oleh suster,. Setelah beberapa saat dokter yg menangani masuk,. Ada sambutan ramah dan jabat tangan dari dokter dan suster dengan mengatakan “ al-hamdulillah sekarang infus dan oxigennya sudah tinggal satu jalur, Cuma kami minta tanda tangan bapak untuk bayi anda karena akan di sinar biru,. Aku bertanya “untuk apa sinar biru apakah nanti ada efeknya ? dokter menjawab “ tidak apa Cuma nanti ada biaya extra ,. Tdk perlu berfikir panjang ,.aku segera tanda tangan,. Namun sebelum keluar aku diminta pulang untuk mengambil ASI dari istriku, dan tidah usah kwatir krn kondisi bayiku sudah makin stabil.

Al-hamdulillah jam 10 aku sudah tiba di RS dengan membawa ASI, dan langsung menyerahkan pada suster ruang iccu, sebelum berlalu aku di persilahkan pulang dan istirahat, bila ada apa apaaku akan di hubungi secepatnya kataanya (sebelumnya hari ke 3 aku pulang utk ganti baju dengan dig anti oleh adikku yg menjaga) aku hanya mengangguk.

Hari ke enam kembali aku di panggil untuk konsul, dan hasilnya al-hamdulillah aku di perkenankan melihat bayiku di dalam tabung kaca atau inkubator, “ ya Allah kecil sekali sepertinya makin menciut, hitam dan agak keriput,. Tapi yah !.. memang itulah kondisi yang ada, berat menjadi berkurang dari pertama masuk 2kg kurang 1 ons menjadi 2 kg kurang 2 ons.

Biasanya bayi bayi yang sudah diperbolehkan pulang akan di pajang di samping ruang iccu, dan di buka hordennya pada jam besuk, bayiku belum di sana ?, yah !.memang belum bayiku masih di incubator mungkin beberapa hari lagi, tak apa yg penting sudah mulai membaik.

Biaya !..sudah mulai terpikir dikepalaku, aku masuk sebagai pasien biaya sendiri, bukan oleh perusahaan, bukan pemda dengan tanda SKTM atau kartu sehat, ku coba mencari informasi dari mereka yg masuk bukan biaya sendiri,. Agak kaget ada yg sudah mencapai limet (biaya yg bisa ditanjggung pemda) hingga 6 jt, ada yg Sembilan juta, padahal kondisi bayiku jauh lebih parah dari bayiku, aku masuk dengan jaminan bu bidan bukan dengan uang muka, kalau begitu berapa biaya yg harus dipersiapkan, aku sampaikan hal ini kepada orang tua, dan mertuaku, al-hamduliullah mereka siap membantuku.

Hari ke tujuh kembali aku minta idzin ke ruang iccu untuk pulang menjemput ibunya,karena ingin tahu kondisi bayi dan sekaligus memberikan ASI sambil menyambut ramah seorang suster mendekat dan berbicara “ pak ! bapak gak usah jemput istrinya ,. Toh sekarang sudah boleh pulang,. Agak kaget bercampur tidak percaya, “yang benar,kan belum di pajang,. Suster berkata lagi “ bener ! Tanya saja nanti pada dokter mungkin sekitar jam 10 dia datang,. Atau bapak mau pulang dulu ambil dana dan kendaraan ? dengan masih tidak percaya aku pulang dan mengabarkan hal ini pada istri dan keluargaku,. Aku kembali lagi dgn istri dengan masih tidak percaya.

Apa yg dikatakan suster ternyata benar, krn pada saat aku tiba di RS dokter sudah menunggu untuk cek terakhir sebelum bayiku boleh di bawa pulang, setelah ngobrol sebentar aku dipanggil oleh bagian aadministrasi di ruang iccu untuk segera pengurus dan melunasi pembiayaan selama dalam perawatan, “ Allah berapa nilainya, tolong berikan kemampuan hamba untuk tabah melihat nominal yg tertera dalam kwitansi penagihan nanti,. Perkiraanku tidak jauh dari sepuluh jutaan,.

Subhanallah !.. Maha suci Allah apa angka nominal ini gak salah cetak, tapi toh ada uraiannya dan jumlah yg bukan dalam bentuk angka, hanya sekitar Rp. 1.700.000 “ aku sempat bertanya “ Sus ! apa tidak ada yg keliru atau salah sus ? suster hanya menjawab,.” Enggak pak !,. semua sudah ada disitu, silahkan bapak bayar di bank samping mosalla,.

Al-hamdulillah semua sudah dapat teratasi termasukmasalah biaya, Cuma aneh,.. hanya Allah yg tahu , ketika di pintu keluar bank aku sempat dicegat salah seorang orgtua pasien yg menggunakan SKTM,” habis berapa mas ? aku katakan apa adanya “loh sya kok dengan SKTM harus bayar lagi sekitar 6 jt. Dan saya enggak sanggup itulah sebabnya saya belum bisa pulang, krn masih cari biaya,.

Wallau a’lam hanya Allah yang tahu,. Sampai kini anakku tumbuh sehat dan berumur 4 tahun, “ya Allah penyerahan diriku akan nasib anakku kepada Mu , dan wasilah amalku yg Engkau ridhoi membuktikan akan janji Mu yang pasti Engkau tepati,. Innaka la tukhliful mi’ad (sesungguhnya Engkau tak pernah Ingkar janji).

Sabtu, 13 Maret 2010

Qalbun atau hati


Qalbun adalah Bentuk tunggal dari jama’ Qulubun maknanya adalah hati, tahukah anda bahwa makna sebenarnya dari Qalbun adalah perubahan (Qalbun adalah mashdar atau akar kata dari qalaba, yaklibu, Qalbun) mungkin karena sifat dasar dari hati kita yang suka plin plan alias sering tidak konsinten atau tidak Istiqamah makanya Allah menamainya dengan qalbun, itulah sebabnya yang mulia kanjeng nabi Muhammad mengajarkan kita dengan sebuah do’a


“ya muqallibal qulub qallib qulubana li tha’atika “ artinya “wahai Zat yang membolak balik hati baliklah hati kami untuk mentaati-Mu.

Sebuah lagu yang di nyanyikan oleh Grup Nasyid the Fikr dari bandung menggugah kita untuk selalu menjaga hati dengan judul “jagalah hati “ lalu mengapa mesti di jaga ? kanjeng nabi bersabda yang artinya .

“Sesungguhnya dalam jasad ada segumpal darah, bila darah itu baik , maka baik pulalah seluruh jasad namun bila buruk buruk pulalah seluh jasad itu, ketahuilah segumpal darah itu adalah hati.

Jumat, 12 Maret 2010

Etika khilafiah

Banyak orang bilang perpecahan umat Islam lebih banyak disebabkan perbedaan dalam masalah furu’iyah atau cabang yang lebih kita kenal dengan masalah atau istilah ,Fiqih. Apa benar ? walau tidak seluruhnya benar namun juga tidak terlalu salah tergantung siapa yang berbeda pendapat itu, bila perbedaan itu ada pada orang berilimu tentu menjadi khazanah atau bagian dari kekayaan intlektual muslim, namun bila perbedaan pendapat itu ada pada golongan awam maka yang kerap terjadi menimbulkan perpecahan dan permusuhan lebih lebih bila kawamannya berbarengan dgn tidak dipunyainya sikaf arif dan toleran atau saling menghargai.



Sumber perbedaan


Sebagaimana yang kita tahu perbedaan itu sebagian besar ada pada masalah furu’iyah yang bersumber dari pemahaman yang ia peroleh, yang terkadang dengan taqlid dari ustadz yg menjadi idolanya,. Pengalaman mengajar dari majlis taklim ke majlis taklim telah dapat banyak memberikan pengalaman , tentang terjadinya beda pendapat yg berujung pada perpecahan pada orang kebanyakan.


1. Tidak utuhnya majlis taklim atau seorang ustadz dalam mengajarkan suatu bab pada pelajaarannya. Contoh kecil doa iftitah yang ada beberapa fersi namun hanya diajarkan satu saja. Hingga sang murid saat mendengar ada yg lain bacannya menganggap salah.


2. Pengajian bersifat jiping atau ngaji kuping yakni mendengar saja tanpa menulis, hal ini menjadi sebab tidak terabadikannya materi yg di sampaikan ,pada bisa menjadi referensi pada saat lupa.


3. Jamaah tidak kuntinyu dlm mendatangi majlis hingga ilmu yg diperolehnya tidak utuh.


4. Guru berganti ganti dan tak ada relefansinya antara materi yang lalu dgn yang setelahnya .


5. Tidak adanya silabus yang jelas yang bisa mengarahkan jamaah , atau menjadi acuan disiplin ilmu yang mana yg lebih dahulu akan di dalami.


6. Sang guru atau ustadz cenderung hanya mengarahkan kepada satu Madzhab tanpa memberikan ruang yang berarti bagi pendapat yang lain.


7. Sikap panatisme buta dan kebodohan dari yang bersangkutan.


Lalu pertanyaannya bolehkan kita berbeda ? ,.bila yang berbeda bukan masalah yang prinsip dan bukan asal beda seperti dalam masalah furu’iyah itu ndiperbolehkan sebagaimana perbedaan Abu Bakar dengan beberapa sahabat dalam penerapan masalah Zakat, atau Sayyidina Usman dalam menempatkan kerabatnya pada beberapa posisi di pemerintahan yang di tentang oleh sahabat yang lain, selama argumentasinya mempunyai dasar yang kuat bersumber dari al-Qur,an dan Sunnah tentunya itu diperbolehkan dengan tetap menjaga harmonisasi sesama Muslim, karena kebenaran yang mutlak dan absolute hanyalah milik Allah.


Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.(QS 3;103)


Berbeda pendapat tentunya tidak asal berbeda, tanpa acuan dan dasar argumentasi yang jelas, tapi berbeda pendapat yang akan ditemukannya kebenaran sejati, karena prinsip kebenaran ialah. “bila ada dua kebenaran mengklaim keduanya benar, maka ada dua kemungkinan , hanya satu yang benar atau keduanya salah. Namun Allah tidak akan menyiakan usaha ijtihad hambaNYa dalam mencari kebenaran itulah sebabnya Ijtihad itu bila salah satu pahala dan bila benar dua pahala , dan sekali lagi tentunya dengan dasar ilmu.


Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. (QS 17;36)


Maka perdalam pengetauan kita tentang Islam, ada sebuah pameo mengatakan “ seseorang berbuat dan berbicara tergantung kadar ilmunya” wallahu a’lam.